Serunya Perayaan Hari Jadi Desa Karangpelem Seragen yang Pertama Setelah 103 Tahun Berdiri

0
image-79

Serunya Perayaan Hari Jadi Desa Karangpelem yang Pertama Setelah 103 Tahun Berdiri (JatengNOW/Dok)

SRAGEN, JATENGNOW.COM – Ada momen spesial yang dirayakan warga Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung. Setelah lebih dari seabad berdiri, untuk pertama kalinya Hari Jadi Desa Karangpelem diperingati pada 9 September 2024. Ini bukan sekadar perayaan biasa, tetapi hasil dari penelusuran sejarah panjang sejak 2023 dan masih akan berlanjut hingga 2025.

Tri Sukowati, pegiat budaya dari Palapa Mendira Harja Sragen, menjelaskan bahwa penetapan kelahiran Desa Karangpelem berdasarkan peta zaman Belanda tahun 1921 yang memuat nama desa tersebut. Melalui musyawarah bersama sesepuh desa, disepakati bahwa 9 September 1921 adalah hari lahir desa, yang juga bertepatan dengan weton Jumat Pon, bulan Suro, yang sakral bagi masyarakat Jawa.

Peringatan ini dikemas dalam Kirab Budaya Memetri Umbul Ngepok yang penuh warna. Simbolisme angka 21 yang melambangkan tahun kelahiran desa hadir melalui pemanggul tiga gunungan hasil bumi oleh 21 orang. Selain itu, sembilan Kader Posyandu, perawan desa dengan klenting (wadah air tradisional), serta anggota Badan Permusyawaratan Desa ikut dalam barisan.

Kirab dimulai dari dua lokasi dengan dua kelompok berbeda. Kelompok pertama, Kirab Pangrombyong, dipimpin Sekretaris Desa, diikuti oleh Duta Desa Wisata, drum band SDN Karangpelem, pasukan penari dari SD Islam Terpadu Karangpelem, hingga prajurit Telik Sandi Untup-untup. Menariknya, tarian Untup-untup yang diiringi kentongan kembali ditampilkan setelah lama tak terlihat sejak era 1950-an.

Kelompok kedua, Kirab Sewu Tumpeng dan Gunungan, dipimpin oleh Kepala Desa Karangpelem. Setelah ziarah ke Punden Tunggon (Eyang Sedo), barisan menuju Umbul Ngepok, ikon desa, membawa tumpeng dari masing-masing RT.

Tri Sukowati menjelaskan, prosesi ini adalah hasil penelisikan sejarah ke Keraton Kasunanan Surakarta, yang juga mengungkap keberadaan peninggalan bersejarah seperti batu Yoni dari tahun 1800-an. Masih ada banyak peninggalan yang terus digali untuk mengungkap sejarah lebih lanjut.

Acara ini juga mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk Camat Kedawung, Endang Widayati, yang memuji Desa Karangpelem sebagai satu-satunya desa di kecamatan tersebut yang berhasil mengadakan penelusuran sejarah untuk menentukan hari jadinya. Sementara itu, Kepala Disporapar Sragen, Joko Hendang Murdono, memberikan apresiasi kepada Pemdes dan pegiat budaya yang telah bekerja keras.

Sebagai puncak acara, digelar Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk di Lapangan Kridho Sono dengan lakon Bagong Bangun Deso oleh Ki Dalang Dwijo Kangko. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, turut hadir dan menyatakan harapannya agar Umbul Ngepok yang ada di Desa Karangpelem dapat menjadi daya tarik ekonomi baru bagi desa. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *