Kasus Anak Bunuh Ibu Kandung di Wonogiri, Pelaku Jalani Observasi Kejiwaan

0
WhatsApp Image 2025-08-20 at 15.11.05_7a8e7622

Kasus Anak Bunuh Ibu Kandung di Wonogiri, Pelaku Jalani Observasi Kejiwaan (JatengNOW/DOk)

SEMARANG, JATENGNOW.COM – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah mengungkap kasus pembunuhan tragis di Kabupaten Wonogiri. Seorang anak berinisial DU (38) tega menghabisi nyawa ibu kandungnya, SR (61), dengan sebilah senjata tajam jenis mandau. Pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Dalam rilis pers di Lobi Ditreskrimum Polda Jateng, Rabu (20/8/2025), Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (14/8/2025) sore di rumah korban yang berada di Dusun Mindongan, Desa Karanglor, Kecamatan Manyaran, Wonogiri.

“Pelaku menggunakan senjata tajam jenis mandau dan mengakibatkan luka serius pada bagian kepala, wajah, serta leher hingga menyebabkan korban meninggal dunia di tempat,” terang Kombes Pol Dwi Subagio.

Usai kejadian, warga menemukan rumah dalam kondisi gelap dan segera melaporkan ke aparat. Polisi bersama tim medis kemudian melakukan olah TKP dan memastikan korban sudah meninggal dunia. Barang bukti berupa pakaian korban serta sebilah mandau berhasil diamankan dari lokasi kejadian.

Dari penyelidikan awal, DU diduga mengalami gangguan kejiwaan. Saat ini, pelaku tengah menjalani observasi di RSJD Surakarta untuk memastikan kondisi mentalnya sebelum proses hukum dilanjutkan.

“Saat ini pelaku belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSJD Surakarta. Meski demikian, proses hukum tetap berjalan dan pelaku terancam jeratan Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” jelas Kombes Pol Dwi Subagio.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyampaikan keprihatinannya atas tragedi yang melibatkan hubungan darah antara anak dan ibu. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap anggota keluarga yang menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.

“Kami imbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis orang-orang terdekat, karena pencegahan sejak dini sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *