Dishub Solo Terapkan Satu Arah di Jl Kolonel Sugiyono Simpang Joglo Selama Sebulan, Ini Jalur Alternatifnya!

Dishub Solo Terapkan Satu Arah di Jl Kolonel Sugiyono Simpang Joglo Selama Sebulan, Ini Jalur Alternatifnya! (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo mulai menerapkan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) di kawasan Simpang Joglo, Banjarsari, tepatnya di Jl Kolonel Sugiyono. Kebijakan ini berlaku sejak Selasa (26/8/2025) hingga Jumat (26/9/2025) untuk mendukung kelancaran pembangunan kolam retensi di lokasi tersebut.
Kasi MRLL Dishub Solo, Mudo Prayitno, menjelaskan bahwa selama sebulan ke depan, Jl Kolonel Sugiyono diberlakukan satu arah dari utara ke selatan. Penerapan ini dilakukan karena pekerjaan pembangunan memakan separuh badan jalan dan melibatkan penggunaan alat berat.
“MRLL ini perlu dilakukan karena dalam proses pembangunan kolam retensi harus memakan separuh badan jalan tersebut. Selain itu, juga dalam prosesnya dibutuhkan penggunaan alat berat,” terang Mudo, Selasa (26/8/2025).
Rute satu arah dimulai dari Bundaran Joglo ke selatan hingga simpang Jl Kawi. Sementara itu, pengendara dari arah selatan menuju utara dialihkan ke Jl Kawi dan dilanjutkan ke Jl Sumpah Pemuda, atau bisa menggunakan Jl Kapten Piere Tendean.
Dishub Solo memperkirakan akan terjadi kepadatan lalu lintas di jalur alternatif, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dishub berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Solo dalam pengaturan lalu lintas. “Ya, penambahan kendaraan pada jalur tersebut pasti akan terjadi, terutama di waktu jam sibuk. Kami bekerja sama dengan Satlantas dengan mengerahkan personel, selain itu akan ada rambu-rambu dan flagman yang membantu lalu lintas nantinya,” imbuhnya.
Mudo juga mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas meskipun sifatnya sementara. Menurutnya, jika pekerjaan konstruksi bisa dipercepat, maka rekayasa lalu lintas juga akan selesai lebih awal.
Sebelumnya diberitakan, pembangunan kolam retensi Simpang Joglo menelan biaya Rp20 miliar dan ditargetkan rampung pada November 2025. Kolam berukuran 35 x 40 meter dengan kedalaman tiga meter ini diproyeksikan mampu menampung 3.600 meter kubik air sebagai upaya penanggulangan banjir di kawasan tersebut. (jn02)