Konsumsi Ikan di Jawa Tengah Naik 7,84 Persen, Pemprov Dorong Masyarakat Gemar Makan Ikan

0
image

Konsumsi Ikan di Jawa Tengah Naik 7,84 Persen, Pemprov Dorong Masyarakat Gemar Makan Ikan (JatengNOW/Dok)

SEMARANG, JATENGNOW.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggalakkan konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas. Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, tingkat konsumsi ikan masyarakat pada 2024 mencapai 40,14 kilogram per kapita per tahun, meningkat 7,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 37,22 kilogram.

Kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan) menjadi salah satu fokus utama Pemprov Jateng. Untuk memperkuat gerakan tersebut, DKP Jateng akan menggelar Central Java Fish Market pada 11 November 2025 di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak masyarakat menjadikan ikan sebagai bagian utama dalam pola konsumsi sehari-hari.

“Mengonsumsi ikan bukan hanya menciptakan generasi sehat dan cerdas, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan Jawa Tengah,” ujar Gubernur, Kamis (6/11/2025).

Kepala DKP Jateng, Endi Faiz Effendi, menjelaskan bahwa Central Java Fish Market tahun ini merupakan gelaran keempat. Acara tersebut akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik, seperti bazar UMKM sektor perikanan, kampanye Gemarikan, festival 1.000 mangkuk bakso ikan, hingga lomba memasak ikan antar pelajar SMA/SMK se-Jawa Tengah.

Menurut Endi, kampanye konsumsi ikan masih diperlukan karena sebagian masyarakat masih memiliki pandangan keliru terhadap ikan, seperti dianggap memicu kolesterol, berbau amis, atau sulit diakses.

“Padahal ikan adalah alternatif sumber protein yang sangat baik. Jika harga daging, ayam, atau telur sedang tinggi, ikan seharusnya bisa menjadi pilihan,” jelasnya.

Produksi ikan di Jawa Tengah juga menunjukkan potensi besar. Pada 2024, produksi ikan tangkap mencapai 410.745 ton, sedangkan produksi perikanan budidaya mencapai 554.810 ton. Dari sisi ekonomi, nilai produksi perikanan tangkap mencapai Rp6,19 triliun, berasal dari pelabuhan perikanan di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Untuk terus mendorong konsumsi dan daya saing produk perikanan, DKP Jateng melakukan sejumlah strategi. Selain promosi melalui Central Java Fish Market, pihaknya juga memberikan fasilitasi sarana usaha masyarakat pesisir, pembinaan mutu dan keamanan hasil perikanan, pendampingan sertifikasi kelayakan pengolahan, serta promosi produk melalui platform e-commerce.

“Pak Gubernur juga menunjukkan keberpihakan kepada nelayan, di antaranya melalui rehabilitasi breakwater, pengerukan muara sungai, serta perbaikan dermaga pelabuhan dengan total anggaran Rp60 miliar pada 2025,” ungkap Endi.

Pemprov Jateng juga akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang dikelola BUMD untuk memudahkan nelayan mengakses bahan bakar bersubsidi.

“Selain itu, nelayan kecil juga mendapat perlindungan asuransi. Tahun ini kuotanya sekitar 15 ribu. Jika meninggal dunia menerima klaim Rp120 juta, cacat permanen maksimal Rp60 juta, dan biaya pengobatan maksimal Rp12 juta,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *