Atlet Termuda Indonesia Bidik Emas di ASEAN Para Games 2025, Regenerasi Prestasi Dimulai
Atlet Termuda Indonesia Bidik Emas di ASEAN Para Games 2025, Regenerasi Prestasi Dimulai (JatengNOW/Dok. NPCI)
SOLO, JATENGNOW.COM – Ajang ASEAN Para Games 2025 menjadi panggung pembuktian bagi atlet-atlet muda potensial yang memperkuat kontingen Indonesia. Selain mengejar prestasi, keikutsertaan mereka juga menjadi bagian penting dari program regenerasi atlet menuju kompetisi internasional level tertinggi.
Salah satu atlet termuda yang mencuri perhatian datang dari cabang olahraga para angkat berat, yakni Delima Yunia Susanti. Meski baru berusia 15 tahun, Delima atau akrab disapa Adel tampil percaya diri dan memasang target ambisius di debutnya pada ajang multievent Asia Tenggara tersebut.
Perjalanan Adel menuju panggung internasional terbilang cepat. Ia memulai kiprahnya di Peparda Jawa Barat 2022, kemudian tampil di Peparnas 2024 dan berhasil meraih medali perak. Prestasi tersebut mengantarkannya dipantau langsung oleh National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia).
Namanya semakin bersinar usai meraih medali emas Asian Youth Para Games (AYPG) 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab, pada kelas -79 kilogram putri. Bahkan, Adel sukses memecahkan rekor Asia dengan angkatan 88 kilogram.
“ASEAN Para Games 2025 ini terasa lebih menegangkan karena persiapannya sangat berat, baik secara fisik maupun mental,” ujar Adel.
Meski harus bersaing dengan atlet-atlet senior dari negara lain, atlet kelahiran Kabupaten Bandung, 21 Juni 2010, itu tetap optimistis.
“Deg-degannya pasti ada, tapi siap tidak siap saya harus siap. Ini juga jadi ajang menguji mental dan mencari pengalaman,” ucapnya.
Adel pun berharap dapat mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di ajang yang berlangsung di Nakhon Ratchasima, Thailand tersebut.
Ambisi Siti Aisyah di Kolam Renang
Selain Adel, atlet muda potensial lainnya adalah Siti Aisyah dari cabang olahraga para renang. Atlet kelahiran 1 September 2010 itu sebelumnya mencetak prestasi gemilang dengan menyumbangkan empat medali emas di AYPG 2025.
Bagi Aisyah, tampil di ASEAN Para Games 2025 menjadi kebanggaan tersendiri karena dipercaya memperkuat Indonesia di usia yang masih sangat muda.
“Saya berlatih setiap hari dan menjaga gizi. Di Dubai kemarin dapat empat emas, semoga di ASEAN Para Games juga bisa meraih emas,” kata Aisyah.
Atlet asal Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, ini akan turun di lima nomor lomba, yakni 100 meter dan 200 meter gaya bebas, 100 meter dan 200 meter gaya punggung, serta 200 meter gaya ganti.
Menurut Aisyah, atlet tuan rumah menjadi pesaing terberat dalam ajang ini. Meski demikian, ia bertekad tampil maksimal demi Indonesia.
Komitmen Regenerasi Atlet NPC Indonesia
Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, menegaskan bahwa penurunan atlet-atlet muda di ASEAN Para Games 2025 merupakan bagian dari strategi regenerasi menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
“Kami memberi kesempatan atlet muda yang tampil di Asian Youth Para Games untuk berlaga di ASEAN Para Games. Ini penting untuk menambah jam terbang dan pengalaman,” jelas Senny.
Pada ajang ini, Indonesia memberangkatkan 290 atlet yang akan berlaga di 18 cabang olahraga. Kontingen Indonesia dijadwalkan berangkat dari Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, menuju Thailand dalam dua kloter pada Kamis (15/1/2026).
Indonesia menargetkan raihan 82 medali emas, 77 perak, dan 77 perunggu di ASEAN Para Games 2025. (jn02)
