Bupati Karanganyar Tinjau Posko Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang
Bupati Karanganyar Tinjau Posko Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang (JatengNOW/Dok)
KARANGANYAR, JATENGNOW.COM – Bupati Karanganyar, Rober Christanto, meninjau langsung posko pencarian pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Selasa (20/1/2026) siang. Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Kalakhar BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, untuk memantau perkembangan operasi SAR.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar menegaskan komitmen penuh dalam pencarian korban dengan mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk dukungan drone untuk pemetaan area dari udara. Personel BPBD, tim SAR, dan relawan gabungan terus disiagakan untuk menyisir titik-titik rawan.
Bupati Rober berharap pendaki segera ditemukan dalam kondisi sehat dan menjadikan peristiwa ini sebagai dasar evaluasi pengelolaan jalur pendakian di wilayah tersebut.
“Kami berharap pendaki segera ditemukan sehat. Ke depan, kami dorong evaluasi agar pendaki pemula benar-benar didampingi oleh relawan atau petugas,” ujar Bupati Rober.
Menurutnya, evaluasi ini penting agar setiap pendaki, khususnya pemula, mendapatkan panduan memadai agar tidak tersesat. Pemerintah daerah ingin menjamin keamanan wisatawan di objek wisata pendakian lereng Gunung Lawu.
“Evaluasi ini penting agar tidak ada kejadian serupa terulang. Pendaki pemula harus didampingi agar tetap selamat,” tambahnya.
Orang tua pendaki, Sapto Mulyono, menceritakan kronologi keberangkatan putranya, Yazid Ahmad Firdauz atau “Dauz”. Dauz pamit mendaki bersama rekan-rekannya sejak Sabtu malam dengan membawa perlengkapan memadai.
Keluarga mulai cemas saat menerima kabar dari rekan Dauz bahwa putra ketiga mereka belum kembali hingga Minggu dini hari. Informasi resmi mengenai hilangnya Dauz baru diterima dari tim relawan pada Sabtu petang berikutnya.
Sapto menegaskan bahwa putranya adalah pendaki berpengalaman yang rutin melakukan trail run di jalur Mongkrang dan memiliki kondisi fisik optimal karena rajin berenang dan lari.
“Anak kami sudah lebih dari lima kali ke Mongkrang dan fisiknya sedang optimal. Kami berterima kasih kepada pemerintah dan ratusan relawan yang membantu pencarian putra kami,” ujar Sapto.
Meski sinyal GPS perangkat komunikasi dan jam tangan pintar korban tidak dapat terlacak, keluarga tetap optimis dan menyerahkan sepenuhnya proses pencarian kepada tim gabungan di lapangan.
“Harapan kami sebagai orang tua tentu yang terbaik. Kami sangat bersyukur atas bantuan ratusan relawan yang digerakkan untuk pencarian ini,” tutup Sapto. (Jn02)
