Ratusan Nelayan Jepara Tak Melaut Akibat Cuaca Ekstrem
JEPARA, JATENGNOW.COM – Hujan deras disertai cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Jepara dalam beberapa waktu terakhir memaksa ratusan nelayan menyandarkan kapal mereka. Kondisi alam yang tidak bersahabat tersebut membuat aktivitas melaut di pesisir utara Kabupaten Jepara lumpuh total.
Cuaca ekstrem yang disertai gelombang tinggi berdampak serius terhadap aktivitas nelayan. Selama lebih dari dua pekan terakhir, nelayan di kawasan pesisir, khususnya di Kelurahan Ujungbatu, terpaksa menghentikan aktivitas melaut demi menjaga keselamatan.
Ketua Kelompok Nelayan Kartini Maritim Jepara, Ahmad Romdhoni, mengatakan kondisi cuaca yang tidak menentu membuat nelayan enggan mengambil risiko untuk melaut.
“Sudah lebih dari dua minggu ini nelayan tidak bisa melaut karena cuaca ekstrem dan gelombang tinggi,” katanya saat ditemui, Rabu (21/1/2026).
Selama tidak melaut, lanjut Romdhoni, sebagian nelayan hanya bisa mengisi waktu dengan merawat alat tangkap, seperti merajut dan memperbaiki jaring yang rusak. Namun, aktivitas tersebut tidak mampu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga nelayan.
“Tidak ada penghasilan sama sekali, karena satu-satunya mata pencaharian kami hanya dari melaut. Akibatnya, banyak warga yang mulai menjerit karena beban ekonomi semakin berat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, jumlah nelayan di Kelurahan Ujungbatu tercatat sebanyak 314 orang. Angka tersebut belum termasuk nelayan dari wilayah pesisir lain seperti Jobokuto, Demaan, dan Bulu yang juga terdampak cuaca ekstrem.
Atas kondisi tersebut, pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan perhatian kepada nelayan yang terdampak, terutama dalam bentuk bantuan kebutuhan pokok.
“Kami berharap ada bantuan sembako dari pemerintah. Minimal bisa meringankan kebutuhan pokok keluarga nelayan selama cuaca ekstrem masih berlangsung,” pungkasnya. (jn02)
