Persiapan Arus Mudik Lebaran 2026, DPUPR Solo Percepat Infrastruktur Jalan dan Drainase
Ilustrasi Perbaikan Jalan (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo terus mengintensifkan perbaikan infrastruktur jalan dan drainase menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pekerjaan telah dimulai sejak awal Januari secara bertahap, dengan fokus pada ruas strategis yang banyak dilalui pemudik.
Kepala DPUPR Solo, Nur Basuki, menjelaskan bahwa sebagian besar perbaikan besar telah selesai, dan kini timnya menuntaskan lubang-lubang kecil di beberapa titik.
“Dari awal Januari kami mulai bertahap. Sekarang tinggal perbaikan lubang-lubang kecil,” ujar Nur Basuki, Selasa (27/1/2026).
Beberapa ruas utama yang sudah rampung antara lain Jalan Urip Sumoharjo, kawasan RSUD Bang Karno, dan Pakel. Sementara untuk jalan-jalan kecil di Slamet Riyadi, Adi Sucipto, dan Adi Sumarmo, perbaikan lubang ringan juga telah selesai dilakukan.
Namun, untuk kerusakan jalan dengan tingkat berat seperti di Jalan Tentara Pelajar, perbaikan belum bisa dilakukan melalui pemeliharaan rutin karena memerlukan pengerukan dan penambalan menyeluruh.
“Untuk Tentara Pelajar, kami sudah ajukan perbaikan, tapi fokus kami saat ini tetap pada penanganan lubang-lubang demi kelancaran arus mudik,” jelasnya.
DPUPR menargetkan seluruh pekerjaan tambal sulam jalan rampung satu minggu sebelum Lebaran, dan berupaya agar sebagian besar ruas jalan optimal dua minggu sebelum hari raya. Selama masa libur Lebaran, tim DPUPR juga akan tetap siaga untuk menanggulangi kerusakan mendadak.
Selain perbaikan jalan, DPUPR Solo fokus pada pembersihan saluran drainase untuk mencegah genangan air saat puncak arus mudik. Kawasan rawan banjir seperti Pasar Gede, Juanda, Slamet Riyadi, SMAN 7, Jalan Bhayangkara, gapura Kleco, hingga timur DKT sudah dibersihkan. Pekerjaan pada saluran kecil juga terus berjalan secara bertahap.
Nur Basuki optimistis kondisi jalan dan drainase di Solo siap dilalui pemudik.
“Solo memiliki volume kendaraan tinggi, bisa mencapai 7.000 kendaraan per hari di setiap pintu masuk. Insya Allah jalan dan saluran sudah aman, tapi tim kami tetap standby setiap hari,” pungkasnya. (jn02)
