Perayaan Imlek di Solo Bertepatan Ramadan, Panitia Siapkan Takjil Gratis hingga Ribuan Lampion
Perayaan Imlek di Solo Bertepatan Ramadan, Panitia Siapkan Takjil Gratis hingga Ribuan Lampion (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026 di Kota Solo tahun ini berlangsung beriringan dengan datangnya bulan suci Ramadan. Momentum tersebut dimanfaatkan panitia untuk memperkuat semangat toleransi dan akulturasi budaya melalui berbagai rangkaian kegiatan.
Ketua Panitia Bersama Imlek 2577/2026, Sumartono Hadinoto, mengatakan peringatan Imlek kali ini dikemas dengan konsep kebersamaan lintas budaya dan agama, sejalan dengan karakter Kota Solo yang dikenal sebagai kota toleran.
“Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi utama dalam seluruh rangkaian kegiatan Imlek tahun ini. Kami ingin terus memperkuat predikat Solo sebagai kota paling toleran di Indonesia,” ujar Sumartono, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, inovasi menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Imlek 2026, mengingat perayaannya bertepatan dengan awal ibadah puasa umat Islam yang diperkirakan dimulai pada 17 Februari mendatang.
Sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan, panitia akan membagikan takjil gratis kepada masyarakat selama dua pekan pertama Ramadan.
“Kami menyiapkan 500 paket takjil setiap hari yang akan dibagikan di ruang-ruang publik. Program ini terlaksana berkat kerja sama dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Solo Raya,” jelasnya.
Selain itu, nuansa Imlek akan mulai terasa sejak awal Februari. Ribuan lampion khas Tionghoa direncanakan menghiasi kawasan Pasar Gede dan Jalan Jenderal Sudirman mulai 1 Februari 2026.
Namun seiring memasuki pertengahan bulan, ornamen Ramadan juga akan dipadukan di sejumlah titik, menciptakan harmoni visual antara budaya Tionghoa dan Islam.
“Di sela-sela lampion shio akan dipasang lampion bernuansa Idulfitri, tetapi tetap dengan sentuhan budaya Tionghoa. Ini merupakan bentuk nyata akulturasi budaya,” ungkap Sumartono.
Ia menyebutkan, beberapa ikon yang akan ditampilkan di antaranya lampion masjid di kawasan Plaza Balai Kota dengan replika Masjid Cheng Ho, sementara di Bundaran Gladak akan ditampilkan ornamen Masjid Lao Tze. Bahkan, gapura Imlek yang dipasang juga dirancang setengah bernuansa Idulfitri.
“Kami berkomitmen terus menjaga dan merawat kebinekaan di Kota Solo agar toleransi antarmasyarakat semakin kuat,” katanya.
Rangkaian perayaan Imlek 2577/2026 di Kota Solo akan ditutup dengan Kirab Barongsai keliling kota serta perayaan Cap Go Meh yang digelar di Pendapi Gede Balai Kota Solo pada 3 Maret 2026.
Melalui tema “Tahun Kuda Membawa Keharmonian Kota Solo”, panitia berharap perayaan Imlek tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan daya tarik wisata, tetapi juga menjadi simbol kuat persatuan masyarakat dalam keberagaman. (jn02)
