Respati Serap Aspirasi Warga Nonongan Terkait Rencana Wisata Terintegrasi

0
image

Respati Serap Aspirasi Warga Nonongan Terkait Rencana Wisata Terintegrasi (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, melakukan dialog langsung dengan warga dan pelaku usaha di kawasan Nonongan, Kamis (29/1/2026) malam. Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait rencana pengembangan wisata terintegrasi di wilayah tersebut.

Dalam dialog itu, Respati memaparkan konsep pariwisata yang akan menghubungkan sejumlah kawasan strategis, mulai dari koridor Gatot Subroto (Gatsu) hingga Kampung Wisata Batik Kauman. Ia menyebut konsep koneksi 3K, yakni Kemlayan, Kauman, dan Keprabon, sebagai pengikat antarwilayah, dengan kawasan Nonongan menjadi salah satu simpul pentingnya.

“Konsep integrasi ekonomi kreatif ini menjadi pusat ekonomi baru yang mengedepankan perpaduan budaya dan ekonomi kreatif. Ini tentu menjadi nilai tambah bagi warga Solo sekaligus daya tarik bagi wisatawan,” ujar Respati.

Ia menyampaikan apresiasi kepada warga dan pelaku usaha Nonongan yang telah terbuka berdialog serta menyampaikan pandangan secara langsung. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.

“Tentu saya sebagai wali kota selalu membuka ruang aspirasi dari warga, sehingga pembangunan yang dilakukan tetap bisa menguntungkan semua pihak,” tuturnya.

Respati menegaskan bahwa berbagai masukan dari warga akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses perencanaan ke depan. Ia juga memastikan agar aktivitas usaha masyarakat tetap berjalan normal selama proses penataan dilakukan.

“Hari ini saya mendengarkan banyak masukan. Prinsipnya, kami akan mengupayakan agar pedagang dan warga tidak terganggu pada siang hari. Usaha tetap berjalan, justru diharapkan bisa semakin ramai dengan hadirnya nilai ekonomi baru pada malam hari,” jelasnya.

Terkait kekhawatiran masyarakat soal lamanya proses pembangunan, Respati menepis isu bahwa proyek tersebut akan berlangsung hingga bertahun-tahun.

“Kalau ada yang menyampaikan pembangunan sampai tiga tahun, itu tidak benar. Target pekerjaan hanya sekitar 120 hari, jadi tidak akan memakan waktu lama,” tegasnya.

Hingga saat ini, Pemkot Solo masih melakukan kajian lanjutan bersama pihak terkait, termasuk pengaturan sistem lalu lintas guna mendukung terwujudnya kawasan wisata terintegrasi yang aman dan nyaman.

Sementara itu, Andri Hakim, perwakilan pelaku usaha di kawasan Nonongan, mengapresiasi langkah Respati yang turun langsung menemui warga. Ia mengaku sebelumnya muncul keresahan akibat informasi yang simpang siur terkait rencana penataan kawasan.

“Sebelumnya memang ada kekhawatiran karena informasi yang beredar tidak jelas. Tapi setelah bertemu langsung dan bisa menyampaikan aspirasi kepada Mas Wali, sekarang kami jadi lebih clear,” ungkapnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *