Polresta Surakarta Siagakan 135 Personel, Operasi Keselamatan Candi 2026 Resmi Dimulai
Polresta Surakarta Siagakan 135 Personel, Operasi Keselamatan Candi 2026 Resmi Dimulai (JatengNOW/Dokj
SOLO, JATENGNOW.CCOM – Polresta Surakarta resmi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi 2026 di Lapangan Apel Mapolresta Surakarta, Senin (2/2/2026). Apel ini menjadi penanda dimulainya operasi kewilayahan yang bertujuan meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
Apel dipimpin oleh Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit, selaku Inspektur Upacara, serta diikuti jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Surakarta, para Kapolsek, dan unsur lintas instansi, antara lain Denpom IV/4 Surakarta, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP Kota Surakarta.
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta memperkuat sinergi antarinstansi sebelum pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini juga menjadi bagian dari langkah cipta kondisi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Dalam amanat Kapolda Jawa Tengah yang dibacakan Wakapolresta Surakarta, disampaikan bahwa dinamika lalu lintas yang terus meningkat menuntut Polri untuk mengedepankan pendekatan Presisi, dengan mengutamakan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
“Operasi Keselamatan bukan semata penegakan hukum, tetapi momentum membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih peduli terhadap keselamatan berlalu lintas,” demikian amanat Kapolda Jateng.
AKBP Sigit menambahkan, dalam Operasi Keselamatan Candi 2026 ini, Polresta Surakarta mengerahkan 135 personel. Operasi difokuskan pada kegiatan preemtif, preventif, hingga represif terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Penindakan akan dilakukan melalui ETLE statis dan mobile, disertai teguran edukatif bagi pelanggar berisiko tinggi, seperti kendaraan tidak laik jalan, penggunaan knalpot tidak standar, tidak memakai helm SNI atau sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, melawan arus, hingga aksi balap liar.
“Seluruh personel kami tekankan untuk bertugas secara humanis, sopan, dan profesional. Edukasi tetap menjadi prioritas, namun keselamatan masyarakat adalah yang utama,” tegasnya.
Wakapolresta Surakarta juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mendukung Operasi Keselamatan Candi 2026 dengan meningkatkan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
“Budaya tertib berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (jn02)
