Respati Pastikan Pemenuhan Gizi Program MBG, Solo Komitmen Zero Accident
Respati Pastikan Pemenuhan Gizi Program MBG, Solo Komitmen Zero Accident (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Wali Kota Surakarta Respati Ardi memastikan pemenuhan gizi dan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo. Pemkot Solo memberikan perhatian khusus mulai dari penggunaan bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi kepada para penerima manfaat.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk mempertahankan zero accident dalam pelaksanaan program prioritas nasional tersebut. Seluruh prosedur pengelolaan pangan dan pelaksanaan MBG terus dipantau secara rutin oleh Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Solo.
Selain pengawasan internal, pengambilan sampel makanan juga secara berkala dilakukan oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispangtan) Kota Solo melalui mobil laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) UPT Puskeswan, sebelum makanan MBG didistribusikan.
“Sampai detail, bahkan penggunaan saus instan, armada, dan lain-lain kita perhatikan secara ketat. Kami juga memiliki mobil dari Dispangtan yang setiap subuh berkeliling untuk pengambilan sampel laboratorium. Kota Solo tetap berkomitmen menjalankan program MBG dengan zero accident. Semoga tidak ada kendala yang merugikan masyarakat,” ujar Respati.
Pernyataan tersebut disampaikan Respati saat mendampingi Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Afriansyah Noor, dalam kunjungan kerja di SPPG Sondakan I Solo, Minggu (8/2/2026).
Pada kesempatan itu, Respati juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wamenaker RI sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam menjalankan program prioritas nasional. Ia turut mengapresiasi Yayasan Raditya Bhakti Nusantara Solo selaku pengelola SPPG Sondakan I, serta para relawan yang konsisten menjaga kualitas dan keamanan MBG di Solo.
“Tentunya masih ada kekurangan, tetapi kami tetap optimis dapat mempertahankan zero accident dan semoga program ini benar-benar memberikan dampak serta manfaat bagi para penerima,” tambahnya.
Sementara itu, Wamenaker RI Afriansyah Noor menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendukung pelaksanaan program MBG, termasuk dalam pemenuhan kompetensi tenaga kerja serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurutnya, keberhasilan program MBG membutuhkan dukungan semua pihak, karena selain memberikan manfaat gizi bagi anak-anak, program ini juga berkontribusi terhadap pengurangan angka pengangguran.
“Kami menekankan agar seluruh SPPG melakukan evaluasi dan monitoring setiap hari. Ini adalah pelayanan bagi anak-anak kita yang menerima makanan bergizi gratis. Kami juga memohon kepada kepala daerah untuk membantu monitoring agar komunikasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat dapat terjalin dengan baik,” pungkasnya. (jn02)
