Kabar Baik! Jadwal Haji Aman, Jemaah Tak Dibebani Kenaikan Biaya
JEPARA, JATENGNOW.COM – Konflik geopolitik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dipastikan tidak mempengaruhi jadwal keberangkatan jemaah haji asal Indonesia, termasuk dari Kabupaten Jepara.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, saat kegiatan manasik haji terintegrasi di Gedung Haji Jepara, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap berjalan lancar meskipun situasi di Timur Tengah masih memanas.
“Haji tetap berjalan dengan baik, tidak ada dampak dari perang di Timur Tengah. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tidak mengalami kenaikan, meskipun harga avtur sempat terdampak kondisi geopolitik.
Bahkan, jika kenaikan biaya avtur dibebankan kepada jemaah, nilainya bisa mencapai Rp7–8 juta per orang. Namun pemerintah memutuskan untuk tidak membebani jemaah.
“Presiden sudah menegaskan tidak boleh ada tambahan beban biaya bagi jemaah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara, Siti Zuliati, menyebutkan total peserta manasik tahun ini mencapai 1.547 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 1.433 jemaah haji reguler, 6 pembimbing KBIHU, serta 8 petugas haji daerah yang tersebar di 16 kecamatan.
“Antusiasme masyarakat Jepara sangat tinggi untuk menunaikan ibadah haji tahun ini,” ujarnya.
Dari total jemaah, mayoritas merupakan perempuan sebanyak 857 orang, sedangkan laki-laki 690 orang. Dari sisi usia, terdapat 296 jemaah lansia (65–79 tahun) dan 51 jemaah berusia di atas 80 tahun.
Menariknya, jemaah tertua tercatat berusia 85 tahun, sementara yang termuda berusia 16 tahun, dengan latar belakang pendidikan yang beragam.
Ia juga menambahkan bahwa Jepara kini menempati peringkat ketiga jumlah jemaah terbanyak di Jawa Tengah, sekaligus mencatat sejarah sebagai keberangkatan haji pertama yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah. (jn02)
