Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8 Ilham Tiba di Jepara, Sepupu Ungkap Detik Terakhir
Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8 Ilham Tiba di Jepara, Sepupu Ungkap Detik Terakhir (JatengNOW/Dok)
JEPARA, JATENGNOW.COM – Penantian keluarga Ilham Muhammad Rojab (21), warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Jepara, akhirnya berakhir. Jenazah korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 tersebut tiba di rumah duka pada Selasa (29/9/2026).
Ilham merupakan salah satu penumpang KMP Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026.
Kepala Dinsospermasdes Jepara Muh Ali mengatakan, pihaknya menerima informasi mengenai penemuan jenazah Ilham pada Sabtu (26/9). Namun, saat itu pihak keluarga masih melakukan proses memastikan identitas jenazah yang ditemukan di Banjarmasin.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, jenazah Ilham sudah ditemukan, tetapi dari pihak keluarga masih memastikan kebenarannya. Hingga 29 September kami mendapatkan informasi bahwa jenazah yang ditemukan benar merupakan Ilham,” kata Muh Ali, Selasa (29/9).
Setelah identitas dipastikan, keluarga kemudian menyampaikan rencana pemulangan jenazah melalui penerbangan menuju Bandara Ahmad Yani Semarang.
Pemkab Jepara selanjutnya berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjemput jenazah dari bandara dan mengantarkannya ke rumah duka di Bantrung.
“Setelah mendapatkan informasi tersebut, kami berkoordinasi dengan pihak cargo dan pihak kapal Virgo terkait kepastian informasi tersebut untuk melakukan penjemputan jenazah untuk diantar ke rumah duka,” ujarnya.
Muh Ali menambahkan, Pemkab Jepara juga telah mengajukan bantuan bagi keluarga Ilham melalui Baznas Provinsi Jawa Tengah. Pengajuan tersebut kini telah diproses.
Kesaksian mengenai kondisi Ilham sebelum keduanya terpisah disampaikan sepupunya, Abdul Kholeq (25). Kholeq merupakan salah satu korban selamat dalam musibah tersebut.
Ilham dan Kholeq diketahui bekerja bersama mengangkut mebel dari Jepara menuju Kalimantan selama kurang lebih dua tahun. Dalam perjalanan terakhir menggunakan KMP Virgo Transport 8, Kholeq bertugas sebagai pengemudi.
Kholeq mengingat kembali kejadian pada Minggu (13/9) dini hari. Sekitar pukul 01.00 WIB, dirinya terbangun setelah mendengar teriakan penumpang.
Saat itu, kondisi kapal mulai miring dan sejumlah penumpang berusaha mengenakan pelampung.
Kholeq kemudian membangunkan Ilham dan Mashudi. Ia juga memberikan pelampung kepada keduanya sebelum para penumpang berusaha keluar dari kapal.
“Bu, ayo keluar,” ujar Kholeq kepada Ilham. Panggilan “Bu” merupakan sapaan akrab Kholeq kepada sepupunya tersebut.
Namun, ketika Kholeq berbalik, Ilham sudah berjalan menjauh. Setelah itu, keduanya terpisah di tengah kepanikan penumpang yang berusaha menyelamatkan diri.
Kholeq memperkirakan kemiringan kapal saat itu mencapai sekitar 40 derajat. Ia bahkan sempat terjatuh sebelum berhasil ditarik keluar.
Setelah berada di luar kapal, Kholeq sempat dihantam gelombang sebanyak tiga kali. Ia kemudian berenang hingga akhirnya berhasil masuk ke sekoci.
Selama sekitar sembilan jam, Kholeq bertahan di sekoci sebelum ditemukan nelayan asal Juwana. Proses evakuasi selanjutnya dilakukan oleh KRI.
Dalam kejadian tersebut, Kholeq mengalami cedera pada kaki setelah terbentur etalase kaca. Ia kemudian menjalani operasi ringan di rumah sakit di Banjarmasin dan mendapat perawatan sekitar dua hari.
Sebelum musibah terjadi, Ilham dan Kholeq berangkat dari Jepara membawa muatan mebel menuju Kalimantan. Kholeq mengatakan tidak merasakan adanya kondisi yang berbeda sebelum kapal mengalami masalah.
Ia mengenang Ilham sebagai sosok yang baik, ramah, dan sopan.
Sebelum jenazah Ilham ditemukan, keluarga juga sempat mendapat kunjungan Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar pada 17 September. Ketika itu, Ilham dan Mashudi masih dinyatakan dalam pencarian, sementara Kholeq telah berhasil diselamatkan.
Dengan ditemukannya Ilham, tiga warga Jepara yang diketahui berada di KMP Virgo Transport 8 kini telah mendapat kepastian.
Kholeq berhasil selamat dari musibah tersebut. Sementara Ilham dan Mashudi telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, kemudian jenazah keduanya dipulangkan ke Jepara untuk dimakamkan. (jn02)
