Dari Dua Orang, Pawala Muda Kini Jadi Wadah Kebersamaan Warga Lasem
Dari Dua Orang, Pawala Muda Kini Jadi Wadah Kebersamaan Warga Lasem (JatengNOW/Dok)
REMBANG, JATENGNOW.COM – Langkah kaki yang awalnya hanya dilakukan beberapa orang warga Lasem, Rembang, perlahan berubah menjadi aktivitas yang mempertemukan lebih banyak orang.
Dari kebiasaan berjalan kaki bersama itu, lahirlah Pawala Muda, singkatan dari Perkumpulan Warga Lasem Muda. Komunitas ini menjadikan jalan sehat bukan sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran, tetapi juga ruang untuk membangun keakraban.
Wakil Ketua Pawala Muda, Joyo Saputra, mengatakan komunitas tersebut bermula dari kesamaan minat sejumlah warga yang gemar berjalan kaki.
“Komunitas pejalan kaki, jadi kita jalan kaki. Biasanya jalan sehatnya di desa-desa,” kata Joyo.
Kegiatan Pawala Muda dilakukan secara rutin dengan rute yang berganti-ganti. Para anggota lebih banyak memilih jalur pedesaan sehingga aktivitas berjalan kaki sekaligus menjadi kesempatan untuk menikmati suasana wilayah Lasem dan sekitarnya.
Dari kegiatan sederhana tersebut, jumlah anggota Pawala Muda kemudian bertambah. Saat ini, komunitas itu telah memiliki sekitar 15 anggota.
Padahal, ketika pertama kali terbentuk, jumlahnya hanya beberapa orang.
“Awalnya cuma dua orang, satu orang, tiga orang. Semuanya ikut, pokoknya yang mau ikut,” ujarnya.
Jalan Kaki Jadi Ajang Kumpul Keluarga
Seiring waktu, Pawala Muda berkembang menjadi lebih dari sekadar komunitas pejalan kaki. Kebersamaan mulai terasa dalam berbagai kegiatan yang dilakukan para anggota.
Para anggota juga tidak jarang mengajak pasangan maupun anak-anak untuk ikut berkumpul. Setelah berjalan atau melakukan aktivitas bersama, mereka melanjutkannya dengan makan bersama.
“Misalnya ada yang ngajak anak-anak sama istri. Jadi kita waktu kumpul bisa ngajak anak dan istri, makan bersama,” tutur Joyo.
Bagi anggota Pawala Muda, kegiatan semacam itu menjadi cara sederhana untuk menjaga hubungan antarsesama. Jalan kaki menjadi pintu masuk untuk bertemu, berbincang, sekaligus memperluas pertemanan.
Komunitas tersebut juga tidak dibentuk hanya untuk mengikuti tren aktivitas olahraga. Setelah berjalan lebih dari satu tahun, para anggota justru ingin Pawala Muda menjadi wadah kebersamaan yang dapat bertahan dalam jangka panjang.
Ingin Tetap Berjalan hingga Tua
Joyo berharap Pawala Muda dapat terus menjaga kekompakan anggotanya. Ia ingin kebiasaan berjalan bersama tidak berhenti ketika usia para anggota bertambah.
“Ini hampir setahun lebih. Harapannya kita awet sampai tua. Jadi program jalan kaki ini bukan cuma proyek jangka pendek, tetapi jangka panjang,” ungkapnya.
Semangat tersebut menjadi bagian dari identitas Pawala Muda. Bagi komunitas ini, setiap langkah tidak hanya berkaitan dengan kesehatan tubuh, tetapi juga kesempatan menjaga hubungan sosial.
Ke depan, Pawala Muda tetap akan mempertahankan agenda jalan sehat sekaligus membuka kesempatan bagi warga Lasem lainnya yang ingin bergabung.
Dari langkah yang dimulai hanya oleh dua atau tiga orang, Pawala Muda kini berusaha menjaga agar perjalanan tersebut terus berlangsung. Bukan sekadar mengejar jarak, melainkan merawat kebersamaan warga Lasem dari satu langkah ke langkah berikutnya. (jn02)
