Harga BBM Subsidi Oktober 2026 Dipastikan Tak Naik, ESDM Ungkap Penyebab Antrean di SPBU

0
image-25

Ilustrasi Pengisian bahan bakar minyak ( JatengNOW/Dok. Istockphoto)

JAKARTA, JATENGNOW.COM – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, baik bensin maupun solar, tidak mengalami kenaikan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut kebijakan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas inflasi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, harga BBM subsidi memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat, khususnya kelompok yang bergantung pada BBM untuk menjalankan aktivitas ekonomi seperti nelayan dan petani.

“Jadi yang pertama tadi sudah saya sebutkan bahwa yang paling utama dari pengendalian inflasi dari BBM ini adalah menjaga agar BBM subsidi, solar dan bensin itu di harga tetap, tidak ada kenaikan. Kenapa? Karena ini adalah komponen terbesar yang juga dipakai oleh nelayan dan petani,” ujar Laode dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang disiarkan secara daring melalui YouTube @Kemendagri, Senin (5/10/2026).

Selain mempertahankan harga BBM subsidi, pemerintah juga berupaya memastikan pasokan minyak untuk kebutuhan dalam negeri tetap tersedia.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui skema hunting minyak, yaitu mencari pasokan secara langsung dari negara-negara yang memiliki stok minyak.

Kebijakan tersebut dilakukan karena sekitar 25 persen kebutuhan minyak dalam negeri masih harus dipenuhi melalui impor.

Laode menjelaskan, skema hunting menjadi salah satu opsi ketika proses lelang pengadaan minyak tidak lagi mendapatkan banyak peserta.

“Jika sebelumnya Pertamina itu melakukan lelang, maka sekarang lelang itu relatif pesertanya tidak ada. Jadi, kita harus cari negara-negara yang punya kelebihan stok, kita beli dengan harga akan bisa berpotensi lebih tinggi daripada harga kalau kita lakukan dengan pengadaan biasa,” paparnya.

Pemerintah juga memastikan ketahanan stok BBM nasional tetap berada pada kisaran 18-20 hari.

Menurut Laode, ketersediaan stok tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan pasokan energi bagi masyarakat.

Terkait antrean kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah SPBU, Kementerian ESDM memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan stok BBM.

Hambatan penyaluran disebut berkaitan dengan faktor distribusi, termasuk dampak fenomena El Nino.

Laode menjelaskan, kondisi sungai yang mengering di sejumlah wilayah membuat pengiriman BBM tidak dapat dilakukan melalui jalur yang biasa digunakan.

Distribusi kemudian harus dialihkan menggunakan kendaraan truk yang memiliki kapasitas angkut lebih terbatas.

Akibatnya, proses penyaluran BBM ke sejumlah wilayah membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus memastikan stabilitas harga BBM subsidi tetap terjaga. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *