Bupati Jepara Dorong BUMDesa Tembus Rantai Pasok, Jangan Hanya Jual Potensi Desa

0
IMG-20261006-WA0023

JEPARA, JATENGNOW.COM – Bupati Jepara Witiarso Utomo mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan BUMDesa Bersama memperluas jaringan bisnis agar tidak hanya mengandalkan potensi yang ada di desa.

Menurutnya, potensi desa perlu dihubungkan dengan akses pasar, pembeli, serta mitra usaha sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Witiarso saat membuka Temu Bisnis bagi Pengelola BUMDesa/BUMDesa Bersama Kabupaten Jepara di Pendopo R.A. Kartini, Selasa (6/10/2026).

Witiarso mengatakan setiap desa memiliki potensi yang berbeda-beda. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang maksimal apabila tidak disertai akses pasar dan kemitraan yang tepat.

“Potensi desa begitu beragam. Namun, potensi saja tidak cukup. Potensi harus terhubung dengan pasar, produk punya akses ke pembeli, dan pelaku usaha memperoleh mitra yang tepat,” ujar Witiarso.

Menurut Witiarso, pengembangan potensi desa membutuhkan kelembagaan yang kuat. Dalam hal ini, BUMDesa dan BUMDesa Bersama dinilai memiliki posisi strategis sebagai penggerak perekonomian desa.

Ia meminta pengelola BUMDesa tidak hanya berorientasi pada produk yang dapat dijual dalam jangka pendek.

“BUMDesa jangan hanya berpikir tentang apa yang bisa dijual hari ini, tetapi juga bagaimana produk desa masuk ke dalam rantai pasok yang lebih besar,” katanya.

Witiarso menyambut positif pelaksanaan temu bisnis tersebut karena menjadi ruang pertemuan antara pengelola BUMDesa dengan berbagai pihak yang berpotensi menjadi mitra usaha.

Sejumlah calon mitra yang hadir berasal dari berbagai sektor, seperti Bulog, Pertamina, perbankan, pelaku ritel, dunia usaha hingga lembaga lainnya.

“Relasi yang terbentuk harus kita dorong menjadi kemitraan yang nyata,” tegasnya.

Selain memperluas hubungan dengan dunia usaha, Witiarso menilai kerja sama antarsesama BUMDesa juga perlu diperkuat.

Ia meminta para pengelola BUMDesa dan BUMDesa Bersama menjaga komunikasi secara intensif untuk bertukar informasi, berbagi pengalaman hingga membuka peluang usaha bersama.

“Saling kerja sama antara BUMDesa dan BUMDesa yang lain. Komunikasi intens setiap hari yang harus dijaga. Ekosistemnya harus dibentuk juga, biar bisa jalan semuanya. Koneksinya harus diperluas juga,” ujarnya.

Menurutnya, terbentuknya ekosistem bisnis antardesa akan membuat potensi yang dimiliki masing-masing desa dapat saling melengkapi.

Dengan begitu, BUMDesa tidak berjalan sendiri, tetapi dapat membangun jaringan usaha yang lebih luas dan berkelanjutan.

Temu Bisnis BUMDesa/BUMDesa Bersama Kabupaten Jepara Tahun 2026 diikuti 197 peserta.

Sebanyak 184 peserta merupakan pengelola operasional BUMDesa dari seluruh Kabupaten Jepara.

Kemudian sembilan peserta berasal dari pengelola operasional BUMDesa Bersama Kabupaten Jepara dan empat lainnya merupakan Ketua UPK DBM Eks PNPM MPd.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Jepara berharap pengelola BUMDesa dapat menemukan peluang kemitraan sesuai potensi masing-masing desa.

Pemerintah daerah juga mendorong agar jejaring yang terbentuk tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut menjadi kerja sama bisnis yang konkret.

Dengan semakin luasnya akses pasar dan kemitraan, BUMDesa dan BUMDesa Bersama diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi desa di Kabupaten Jepara. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *