Persis Solo Gagal Menang di Manahan, Ricky Nelson Soroti Finishing Usai Ditahan De Red FC 0-0
SOLO, JATENGNOW.COM – Persis Solo harus puas berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol melawan De Red FC dalam lanjutan Grup B Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (11/10/2026) sore.
Hasil 0-0 ini membuat kedua tim gagal meraih poin penuh dalam upaya menjauh dari papan bawah klasemen. Sebelum pertandingan, Persis berada di peringkat ketujuh, sedangkan De Red FC menempati posisi kedelapan. Keduanya sama-sama mengoleksi empat poin dari lima pertandingan.
Sejak awal laga, kedua kesebelasan tampil saling menyerang. Namun, upaya yang dibangun belum menghasilkan peluang bersih yang mampu mengubah kedudukan.
De Red FC sempat memperoleh dua peluang emas di depan gawang Persis Solo. Meski demikian, kesempatan tersebut belum berhasil dikonversi menjadi gol. Sementara itu, serangan Persis juga belum cukup efektif untuk membongkar pertahanan tim tamu.
Tambahan waktu enam menit pada babak pertama tidak mengubah keadaan. Kedua tim memasuki ruang ganti dengan skor masih 0-0.
Memasuki babak kedua, pergantian pemain dilakukan untuk menyegarkan permainan sekaligus menyesuaikan strategi. Intensitas pertandingan tetap terjaga dengan kedua tim berusaha mencari gol pembuka.
Hingga menit ke-70, sejumlah peluang kembali tercipta, tetapi belum ada yang berbuah gol. Persis mulai lebih sering mencoba peruntungan melalui tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Sayangnya, beberapa upaya tersebut masih membentur pemain De Red FC.
Persis sebenarnya sempat mendapatkan kesempatan untuk mengamankan kemenangan. Namun, penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat peluang-peluang tersebut terbuang. Gol yang diharapkan juga tidak tercipta setelah satu gol Persis dianulir melalui pemeriksaan VAR.
Tambahan waktu lima menit pada babak kedua tetap tidak mengubah skor. Hingga peluit panjang dibunyikan, Persis Solo dan De Red FC harus menerima hasil imbang 0-0.
Pelatih Persis Solo, Ricky Nelson, menilai permainan anak asuhnya mengalami perkembangan dibandingkan pertandingan sebelumnya. Ia menyebut timnya mampu mengontrol bola dan pertandingan serta menjalankan sejumlah struktur permainan yang telah disiapkan selama latihan.
Namun, persoalan penyelesaian akhir kembali menjadi pekerjaan rumah bagi Laskar Sambernyawa.
“Ya, eee pertama-tama eee kita sudah melakukan banyak perbaikan di minggu ini, sehingga menurut saya anak-anak tampil jauh lebih baik di game-game sebelumnya. Kami bisa kontrol bola, kami bisa kontrol game, kami coba bermain dari bawah. Ya, beberapa struktur yang kita bikin juga sebenarnya cukup berjalan. Hanya memang eee kita sangat punya problem finishing touch, ya,” ujar Ricky Nelson dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Ia menilai Persis sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak satu hingga dua gol. Jika kesempatan tersebut bisa dimaksimalkan, timnya berpeluang mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
“Tapi ya, sangat disayangkan anak-anak kurang tenang dalam finishing dan juga ya, sangat disayangkan juga kita harus di-VAR gol kita sehingga tidak bisa jadi dapat 3 poin,” lanjutnya.
Ricky menegaskan, penyelesaian akhir menjadi bahan evaluasi utama sebelum Persis menjalani pertandingan berikutnya. Meski kecewa dengan hasil akhir, ia tetap menilai permainan timnya sudah menunjukkan perbaikan.
Dalam sesi konferensi pers, Ricky juga mendapat pertanyaan mengenai keputusan pergantian striker, khususnya ketika Andi Hartono ditarik keluar untuk digantikan Henry.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut didasarkan pada evaluasi performa pemain dalam beberapa pertandingan sebelumnya. Menurut Ricky, Henry sempat menunjukkan performa maksimal pada satu pertandingan, tetapi belum konsisten dalam tiga laga lainnya.
Sebaliknya, Andi dinilai mampu menunjukkan kemampuannya sehingga mendapat kepercayaan untuk tampil.
“Di babak pertama dia merepotkan sekali ya, pertahanan the red, sehingga saya masih menunggu kemampuan dari dia untuk ya, dan pergantian sebenarnya masih on time, dia masih ada waktu, dan Henry punya peluang. Hanya sangat disayangkan dia tidak bisa memaksimalkan aja,” jelas Ricky.
Ia berharap seluruh pemain yang menempati posisi striker dapat meningkatkan efektivitas di depan gawang agar Persis bisa kembali mencetak gol pada pertandingan selanjutnya.
Perwakilan pemain Persis Solo, Angulo, mengakui seluruh anggota tim datang ke pertandingan dengan target meraih kemenangan. Ia menyebut persiapan selama sepekan telah dilakukan sesuai arahan tim pelatih.
Namun, sejumlah peluang yang didapat belum mampu dimaksimalkan menjadi gol.
“Everybody in the team want to win. We do how we train in the week, what we do before the game. But I think we don’t have lucky today because we have the chance to score, but we didn’t finishing in the well moment, but we still fighting, you know,” kata Angulo.
Ia mengakui situasi yang dihadapi Persis saat ini tidak mudah. Meski demikian, Angulo menegaskan tim akan terus berjuang dan berharap keadaan segera berubah.
Ricky Nelson juga mengungkapkan kekecewaan para pemain setelah gagal meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri. Menurutnya, Persis sempat memiliki peluang melalui bola yang membentur tiang pada babak pertama, gol yang dianulir, serta sejumlah kesempatan pada babak kedua.
Ia menambahkan, tim sebenarnya telah berlatih untuk memperbaiki penyelesaian akhir selama sepekan terakhir. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil dalam pertandingan melawan De Red FC.
Hasil imbang di Manahan juga memunculkan pertanyaan mengenai desakan suporter agar Ricky Nelson meninggalkan Persis Solo.
Menanggapi hal tersebut, Ricky menyatakan tidak mempermasalahkan kekecewaan yang disampaikan pendukung. Ia memahami bahwa suporter menginginkan tim kesayangannya meraih kemenangan.
“Oke, enggak ada masalah. Itu semua wajarlah dalam sepak bola, ketika semua kecewa mengungkapkan perasaan demikian. Tetapi saya ini karyawan, ya, saya ini karyawan, saya punya kontrak dengan Persis, dan saya adalah karyawan,” ujar Ricky.
Ia menegaskan akan tetap menjalankan tugasnya bersama Persis dan menyerahkan keputusan mengenai masa depannya kepada manajemen klub.
“Jadi, sebagaimana seorang karyawan, ya tunggu aja bagaimana manajemen bersikap, gitu. Karena kan saya karyawan, saya kerja buat Persis, jadi terserah Persis saja seperti apa Persis atau manajemen mau mengambil tindakan,” pungkasnya.
Hasil imbang ini menjadi bahan evaluasi bagi Persis Solo, terutama dalam memaksimalkan peluang di depan gawang. Perbaikan penyelesaian akhir akan menjadi salah satu pekerjaan penting bagi Laskar Sambernyawa untuk mengejar hasil yang lebih baik pada pertandingan berikutnya. (jn02)
