Ricky Nelson soal Desakan Mundur di Persis Solo: Saya Hanya Karyawan, Terserah Manajemen
SOLO, JATENGNOW.COM – Pelatih Persis Solo, Ricky Nelson, menanggapi desakan suporter yang memintanya mundur setelah Laskar Sambernyawa kembali gagal meraih kemenangan di Stadion Manahan. Ia menegaskan posisinya sebagai pelatih terikat kontrak dengan klub dan menyerahkan keputusan mengenai masa depannya kepada manajemen.
Pernyataan tersebut disampaikan Ricky Nelson seusai Persis Solo ditahan imbang De Red FC dengan skor 0-0 dalam lanjutan Grup B Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Manahan, Minggu (11/10/2026) sore.
Hasil itu membuat Persis kembali gagal mengamankan tiga poin di kandang. Sebelum pertandingan, Persis menempati peringkat ketujuh klasemen, sedangkan De Red FC berada di posisi kedelapan. Kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin dari lima laga.
Ricky mengaku memahami kekecewaan suporter terhadap hasil yang diraih tim. Menurutnya, reaksi pendukung merupakan hal yang wajar ketika klub yang mereka dukung tidak memperoleh hasil sesuai harapan.
“Oke, enggak ada masalah. Itu semua wajarlah dalam sepak bola, ketika semua kecewa mengungkapkan perasaan demikian. Tetapi saya ini karyawan, ya, saya ini karyawan, saya punya kontrak dengan Persis, dan saya adalah karyawan,” ujar Ricky dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Ia menegaskan akan tetap menjalankan tugasnya bersama Persis Solo. Sementara itu, keputusan mengenai kelanjutan posisinya sebagai pelatih menjadi kewenangan manajemen klub.
“Jadi, sebagaimana seorang karyawan, ya tunggu aja bagaimana manajemen bersikap, gitu. Karena kan saya karyawan, saya kerja buat Persis, jadi terserah Persis saja seperti apa Persis atau manajemen mau mengambil tindakan. Jadi, karena saya karyawan, senang mengerjakan aja pekerjaan saya. Begitu, kira-kira,” lanjutnya.
Di luar desakan suporter, Ricky juga menyoroti kegagalan timnya memaksimalkan peluang saat menghadapi De Red FC. Ia menilai permainan Persis menunjukkan perkembangan setelah sejumlah perbaikan dilakukan selama sesi latihan dalam sepekan terakhir.
Menurutnya, Persis sudah mampu mengontrol bola dan membangun permainan dari lini belakang. Namun, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi persoalan yang harus segera dibenahi.
“Ya, eee pertama-tama eee kita sudah melakukan banyak perbaikan di minggu ini, sehingga menurut saya anak-anak tampil jauh lebih baik di game-game sebelumnya. Kami bisa kontrol bola, kami bisa kontrol game, kami coba bermain dari bawah. Ya, beberapa struktur yang kita bikin juga sebenarnya cukup berjalan. Hanya memang eee kita sangat punya problem finishing touch, ya,” kata Ricky.
Ia menyayangkan sejumlah peluang yang gagal dikonversi menjadi gol. Ricky juga menyinggung gol Persis yang dianulir melalui pemeriksaan VAR, sehingga timnya tidak mampu mengamankan kemenangan.
Ricky menyebut Persis sempat memiliki peluang melalui bola yang membentur tiang pada babak pertama. Pada babak kedua, anak asuhnya kembali mendapatkan beberapa kesempatan, tetapi belum berhasil memecah kebuntuan.
Menurutnya, penyelesaian akhir menjadi evaluasi penting agar para penyerang Persis bisa lebih efektif pada pertandingan berikutnya.
Pertandingan melawan De Red FC berlangsung cukup ketat. Kedua tim saling menyerang, tetapi kesulitan menciptakan gol. De Red FC sempat memperoleh dua peluang emas di depan gawang Persis, sedangkan tuan rumah lebih banyak mencoba membangun serangan dan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti pada babak kedua.
Pergantian pemain dilakukan oleh kedua tim untuk menyegarkan permainan dan mengubah pendekatan taktik. Namun, hingga tambahan waktu babak kedua berakhir, skor tetap 0-0.
Hasil ini membuat Persis harus kembali mengevaluasi performa, terutama dalam memanfaatkan peluang. Di tengah tekanan dari suporter, Ricky Nelson menyatakan tetap menjalankan pekerjaannya dan menyerahkan keputusan terkait posisinya kepada manajemen Persis Solo. (jn02)
