Kebakaran Gudang Mebel di Jepara Tewaskan Pemuda 22 Tahun, Dua Korban Alami Luka Bakar Parah
JEPARA, JATENGNOW.COM – Kebakaran hebat melanda gudang mebel PT Allpin Furniture di wilayah Karang Bagusan, RT 2/RW 5, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Selasa (13/10/2026). Insiden tersebut menewaskan seorang pekerja dan menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka bakar serius.
Tiga orang dilaporkan berada di area gudang saat api membesar. Korban meninggal dunia diketahui bernama Aprilianto (22), warga Kabupaten Batang. Sementara dua korban lainnya, Daryono (59) dan Geswanto (38), harus mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar yang diderita.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Jepara, Samiadji, mengatakan api menghanguskan bagian gudang yang digunakan untuk menyimpan sekaligus mengolah berbagai material kayu, mulai dari bahan baku hingga serbuk kayu.
“Bagian yang paling parah terbakar berada di tengah. Di sana terdapat gerjen kayu, kayu gelondongan, dan kayu yang sudah terbelah serta menumpuk menggunung,” kata Samiadji.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, bertepatan dengan waktu istirahat pekerja. Insiden tersebut diduga bermula dari ledakan yang disebut berasal dari oven kayu di area produksi.
Petugas menduga percikan listrik menjadi salah satu kemungkinan pemicu munculnya api. Percikan tersebut diduga menyambar serbuk kayu yang telah dikemas sehingga api cepat membesar.
“Indikasi sementara, api diduga berasal dari korsleting listrik di saklar yang menimbulkan percikan. Percikan itu kemudian menyambar serbuk kayu yang sudah dipacking,” ujarnya.
Api yang membesar dilaporkan turut memicu ledakan di dalam gudang. Dampaknya mengenai truk roda enam dan tangki yang berada di lokasi kejadian.
Banyaknya tumpukan kayu dan serbuk kayu yang mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan. Tiga orang yang berada di area tersebut sempat berupaya menyelamatkan diri, tetapi diduga terjebak ketika api mengepung lokasi.
Dalam peristiwa itu, Aprilianto ditemukan meninggal dunia. Adapun Daryono, warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, mengalami luka bakar sekitar 35 persen.
Korban lainnya, Geswanto, warga Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri, mengalami luka bakar sekitar 90 persen. Keduanya telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Untuk menangani kebakaran, petugas mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran. Namun, proses pemadaman menghadapi kendala akibat banyaknya material yang mudah terbakar serta keterbatasan pasokan air di sekitar lokasi.
Samiadji menjelaskan, sumber air yang digunakan petugas berada cukup jauh dari lokasi kebakaran, yakni di wilayah Guyangan. Kondisi tersebut membuat petugas harus berulang kali mengambil air untuk mendukung proses pemadaman.
“Suplai air sempat menjadi kendala karena jarak sumber air cukup jauh. Petugas harus bolak-balik untuk mengambil pasokan air ke luar lokasi,” jelas Samiadji.
Proses pemadaman dan pendinginan dilaporkan masih berlangsung hingga malam hari. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Sementara itu, pihak keluarga pemilik maupun manajemen perusahaan belum dapat memastikan total kerugian material akibat insiden tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Dugaan korsleting listrik yang disampaikan petugas masih sebatas indikasi awal dan belum menjadi kesimpulan resmi penyebab kebakaran. (jn02)
