Duo Wening Jepank Rilis Lagu Ayo Wedangan, Angkat Tradisi Nongkrong Khas Solo

0
WhatsApp Image 2026-10-21 at 09.41.40

Duo Wening Jepank Rilis Lagu Ayo Wedangan, Angkat Tradisi Nongkrong Khas Solo (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – Tradisi nongkrong di warung hik atau wedangan menjadi inspirasi Duo Wening Jepank dalam melahirkan karya musik terbaru. Duo asal Solo tersebut resmi memperkenalkan lagu berjudul Ayo Wedangan di Wedangan Bu Siti, Selasa (20/10/2026) malam.

Lewat lagu ini, Wening Damayanti sebagai vokalis dan Jepank van Sambeng sebagai gitaris ingin mengajak masyarakat kembali mengenal wedangan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus kekayaan budaya Kota Solo.

Bukan sekadar tempat menikmati makanan dan minuman, wedangan selama ini juga menjadi ruang pertemuan warga untuk berbincang, bertukar cerita, hingga menikmati musik. Kebiasaan tersebut kemudian diangkat menjadi tema utama dalam lagu Ayo Wedangan.

Dari sisi musikalitas, Duo Wening Jepank menghadirkan konsep keroncong antimainstream. Musik keroncong tradisional dipadukan dengan sentuhan modern, mulai dari sequencer, blues, rock and roll, hingga rap.

Lagu tersebut juga menyelipkan unsur ginastel, minuman teh khas yang dikenal dengan racikan legi, panas, kenthel atau manis, panas, dan kental.

Bagi Jepank, wedangan dan ginastel bukan hanya bagian dari kebiasaan kuliner masyarakat Solo. Keduanya merupakan identitas lokal yang layak diperkenalkan kepada masyarakat di luar daerah.

“Ya, kita mengajak orang Solo ayo wedangan. Ini tradisi kita, orang Solo, budaya kita,” kata Jepank van Sambeng.

Ia menilai keberadaan warung wedangan merupakan bentuk kearifan lokal yang patut dibanggakan. Bahkan, kawasan yang memiliki banyak warung wedangan dalam jarak berdekatan dinilai berpotensi menjadi daya tarik wisata tersendiri.

Menurut Jepank, tradisi tersebut masih terasa dalam keseharian masyarakat karena wedangan mudah dijumpai pada berbagai waktu.

“Keinginan kami mencoba nguri-uri budaya sebagai sesuatu yang ada di Kota Solo,” terangnya.

Bagi Duo Wening Jepank, memperkenalkan karya musik bertema lokal tidak cukup dilakukan melalui peluncuran dan unggahan di platform digital. Lagu-lagu tersebut perlu terus diperjuangkan agar dikenal luas dan digunakan dalam berbagai kegiatan.

Wening mengatakan, Ayo Wedangan menjadi salah satu karya yang membawa cerita tentang kekhasan Kota Solo. Selama berkarya, duo ini telah menghasilkan sekitar 50 lagu, termasuk sejumlah karya yang dibuat untuk kebutuhan kegiatan dan komunitas.

Beberapa di antaranya adalah lagu untuk Palang Merah Indonesia (PMI), lagu bertema Imlek yang didedikasikan bagi masyarakat Tionghoa melalui Persatuan Masyarakat Surakarta, serta lagu untuk memperingati hari ulang tahun Kota Solo.

Wening, yang juga aktif sebagai humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), menilai masih banyak cerita tentang Solo yang bisa diolah menjadi karya musik.

“Kalau menurut keyakinan kami, lagu itu harus diperjuangkan, Mas. Jadi bukan hanya sekadar dilaunching kemudian dibiarkan saja,” kata Wening.

Ia berharap masyarakat ikut membantu memperkenalkan karya-karya tersebut sehingga pesan yang dibawa dapat menjangkau lebih banyak orang.

Wening juga menyatakan lagu-lagu yang didedikasikan untuk Kota Solo dapat digunakan tanpa tuntutan royalti dari mereka.

“Silakan dipakai di mana pun, event apa pun. Itulah kenapa kami bikin tematik supaya setiap event itu ada lagunya,” urainya.

Upaya mengenalkan Ayo Wedangan langsung dilakukan melalui pemutaran lagu di tempat usaha. Pemilik Wedangan Bu Siti, Siti Muslikah, mendukung karya tersebut dengan memutarnya selama jam operasional warung, mulai pukul 07.00 hingga 23.00 WIB setiap hari.

Siti berharap langkah sederhana itu dapat membuat lagu lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi bentuk dukungan bagi pelaku seni dan budaya lokal.

“Saya itu kan orang yang enggak tahu seni, tapi pengin support pelaku-pelaku seni,” kata Siti, yang juga merupakan anggota Komisi III DPRD Kota Solo.

Dukungan terhadap karya tersebut turut mendapat perhatian Ketua Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Solo, Joko Sutrisno.

Ia menilai penguatan identitas dan citra Kota Solo perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk kolaborasi lintas sektor. Pengenalan kota kepada wisatawan juga perlu didukung pelayanan, keramahan, fasilitas, serta aksesibilitas yang memadai.

Dalam konteks tersebut, Joko membuka peluang agar lagu-lagu Duo Wening Jepank, termasuk Ayo Wedangan, dapat diputar di hotel-hotel di Solo. Musik dinilai bisa menjadi salah satu medium untuk memperkenalkan karakter kota kepada para tamu.

Pemilik Hotel Red Chili dan Bukit Sekipan itu berharap koordinasi dengan perwakilan hotel di Solo dapat ditindaklanjuti untuk mendukung promosi pariwisata.

Melalui Ayo Wedangan, Duo Wening Jepank tidak hanya menawarkan lagu baru, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya merawat tradisi lokal. Mereka berharap budaya wedangan tetap hidup dan semakin dikenal sebagai salah satu ciri khas Kota Solo. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *