Ansyari Lubis Soroti Kepemimpinan Wasit Usai PSS Sleman Kalah dari Kendal Tornado FC
Ansyari Lubis Soroti Kepemimpinan Wasit Usai PSS Sleman Kalah dari Kendal Tornado FC (JatengNOW/Kevin Rama)
SOLO, JATENGNOW.COM – PSS Sleman harus mengakui keunggulan Kendal Tornado FC dengan skor 1-2 pada laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (5/1/2026) malam. Meski kalah, pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis menilai timnya telah menampilkan permainan berkualitas, namun menyayangkan sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan.
Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, Ansyari menyebut laga berjalan menarik dan enak ditonton karena kedua tim sama-sama menampilkan permainan dengan kualitas tinggi.
“Pertandingan sebenarnya berjalan dengan baik. Kedua tim punya kualitas permainan dan taktikal yang bagus. Kendal Tornado FC juga bermain sangat baik,” ujar Ansyari.
Namun demikian, Ansyari secara terbuka mengkritik kepemimpinan wasit. Ia menilai banyak keputusan yang tidak konsisten dan berdampak langsung pada jalannya pertandingan.
“Jujur saya baru kali ini bicara soal wasit. Bukan soal kartu merah, karena itu risiko dalam sepak bola. Tapi keputusan-keputusan yang diambil sangat merugikan kami. Ini yang saya sayangkan,” tegasnya.
Ansyari menyoroti insiden kartu merah yang diterima pemain PSS Sleman, yang menurutnya tidak sebanding dengan pelanggaran yang dilakukan pemain lawan sebelumnya.
“Pemain kami sekali melakukan pelanggaran langsung diberi kartu merah setelah kartu kuning. Sementara ada pelanggaran dari lawan sebelumnya yang tidak diberi hukuman serupa. Ini tidak konsisten,” ungkapnya.
Meski bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama, Ansyari memuji mental dan semangat juang anak asuhnya yang tetap mampu mengimbangi permainan lawan.
“Dengan 10 pemain kami tetap bisa menyamakan kedudukan. Itu luar biasa. Spirit pemain patut diapresiasi,” katanya.
Terkait gol PSS Sleman yang dianulir melalui pengecekan VAR, Ansyari mengaku kecewa dengan keputusan tersebut. Ia mempertanyakan kejelasan dasar keputusan wasit yang menyatakan adanya handball dalam proses gol.
“Keputusannya tidak mutlak. Pemain bilang handball, ada juga pelanggaran. Tapi ini yang membuat kami kecewa,” ujarnya.
Meski demikian, Ansyari menegaskan kekalahan ini bukan akhir dari perjuangan PSS Sleman. Ia memastikan timnya masih memiliki peluang untuk lolos langsung.
“Kami masih tertinggal empat poin dan masih ada empat pertandingan lagi. Tiga laga kandang dan satu tandang. Kami akan berjuang sampai akhir, tidak ada yang tidak mungkin,” tegasnya.
Sementara itu, pemain PSS Sleman Kevin Gomes mengakui kekecewaan atas hasil pertandingan dan kepemimpinan wasit. Namun ia menegaskan tim harus tetap fokus dan bangkit.
“Kami jujur kecewa. Tapi ini bukan akhir segalanya. Kami tim besar, pemain-pemain di sini punya kualitas. Kami harus fokus ke diri sendiri dan memberikan yang terbaik untuk klub dan warga Sleman,” ucap Kevin.
Ia juga mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang tetap berjuang hingga menit akhir meski hasil tidak berpihak.
“Kami sudah berusaha sampai detik terakhir. Gol kami sempat dianulir, itu sangat mengecewakan. Tapi saya tetap salut untuk perjuangan teman-teman malam ini,” pungkasnya. (jn02)
