Antusias Tinggi! SOWAG Solo Jadi Panggung Atlet Tinju Amatir, ATI Jateng Siapkan Agenda Besar

0
IMG-20260405-WA0021

SOLO, JATENGNOW.COM — Pertandingan Solo Wani Gelut (SOWAG) X Wayahe Shaduk Jotosh X Bondan Gemoy yang digelar di GOR Berma Pajang, Sabtu (4/4/2026), berlangsung meriah dan disambut antusiasme tinggi dari para petinju amatir dan kick boxing.

Tercatat lebih dari 50 nomor pertandingan amatir digelar dalam event ini, ditambah lima partai utama yang mempertandingkan kelas profesional, influencer, dan atlet.

Ketua DPW Asosiasi Tinju Indonesia Jawa Tengah, Asri Purwanti SH, MH, CiL, menyebut ajang ini menjadi langkah awal yang penting dalam pembinaan atlet.

“Ini acara perdana kami dan luar biasa. Harapannya bisa berkelanjutan, karena ini menjadi edukasi bagi atlet-atlet amatir daerah untuk bisa naik ke panggung nasional hingga internasional,” ujarnya.

Asri yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jateng mengungkapkan rencana ke depan untuk menggelar event yang lebih besar.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar pada bulan Juli nanti bisa mengadakan event besar, yakni perebutan Piala Gubernur Jawa Tengah bertepatan dengan Hari Bhayangkara,” tambahnya.

Ketua DPW ATI Jateng Asri Purwanti bersama Ketua DPP ATI Pusat Ricardo Simanungkalit menyerahkan Piala kepada promotor dari ‘Wayahe Saduk Jotos dan Bondan Gemoy’ di GOR Berma Pajang, Sabtu (4/4/2026) (JatengNOW/Kevin Rama)

Sementara itu, Pembina ATI Jawa Tengah, Muhammad Mashuri, menekankan pentingnya wadah bagi generasi muda di dunia olahraga tinju.

“Ini adalah wadah bagi generasi muda. Kalau tidak difasilitasi, dikhawatirkan mereka justru menyalurkan di jalanan. Maka kegiatan seperti ini sangat positif dan perlu didukung,” jelasnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan serupa dan memperluas pembinaan hingga tingkat daerah.

“Kami akan bersinergi dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan event-event lanjutan. Ke depan, akan dibentuk kepengurusan di kabupaten dan kota agar pembinaan lebih merata,” katanya.

Mashuri juga berharap sasana-sasana tinju yang sempat vakum dapat kembali diaktifkan.

“Harapannya sasana-sasana tinju yang mati suri bisa dihidupkan kembali. Pembinaan juga akan dilakukan sejak usia dini, bahkan mulai usia 7 tahun agar berjenjang,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari Ketua DPP ATI Pusat, Ricardo Simanungkalit yang mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat Solo terhadap olahraga tinju.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Solo. Ke depan, kami berharap DPW ATI Jawa Tengah bisa menggelar safari tinju profesional di berbagai daerah,” ujar Ricardo.

Ia juga menyebut bahwa kepengurusan ATI kini telah terbentuk di hampir seluruh provinsi di Indonesia, dengan fokus pengembangan selanjutnya berada di tingkat kabupaten dan kota.

Event SOWAG X ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga tinju di daerah sekaligus melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di level lebih tinggi. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *