Cegah Stunting Sejak Dini, Alfamidi–SGM Gelar Edukasi Gizi Balita di Wonogiri

0
WhatsApp Image 2026-01-05 at 11.59.27

Cegah Stunting Sejak Dini, Alfamidi–SGM Gelar Edukasi Gizi Balita di Wonogiri (JatengNOW/Dok)

WONOGIRI, JATENGNOW.COM – Upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas gizi anak terus digencarkan Alfamidi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Bersama Sari Husada melalui produk SGM Eksplor, Alfamidi menggelar kegiatan Edukasi Keluarga Balita di Alfamidi Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.

Program ini menyasar keluarga yang memiliki anak usia balita dengan fokus pada pemantauan tumbuh kembang, pencegahan kekurangan zat besi, serta edukasi pemenuhan gizi seimbang sebagai fondasi mencetak generasi sehat dan berkualitas.

Puluhan ibu dan balita tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan balita hingga penyuluhan gizi yang disampaikan langsung oleh tenaga kesehatan setempat. Edukasi yang diberikan mengangkat tema “Cegah Kekurangan Zat Besi pada Si Kecil, Dukung Jadi Generasi Maju.”

Selain penyuluhan, kegiatan ini juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan balita serta penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi. Alfamidi turut menyalurkan dukungan susu pertumbuhan dari SGM sebagai bagian dari intervensi gizi langsung kepada peserta.

Branch Manager Alfamidi Boyolali, Heribertus, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian Alfamidi terhadap isu stunting yang masih menjadi tantangan di Jawa Tengah.

“Pemenuhan gizi sejak dini sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Melalui edukasi dan pendampingan langsung, kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya zat besi dan gizi seimbang untuk menekan risiko stunting,” ujarnya.

Ketua Posyandu setempat, Wahyuni, menambahkan bahwa banyak orang tua belum sepenuhnya memahami kebutuhan zat besi pada anak usia 1–5 tahun. Menurutnya, edukasi yang dikombinasikan dengan PMT dan susu bergizi dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua.

Salah satu peserta, Yani, mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut. Ia mengatakan, kekurangan zat besi sering kali tidak disadari oleh orang tua, padahal dampaknya cukup serius.

“Anak bisa mudah lelah, pucat, kurang aktif, dan pertumbuhannya terhambat. Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi lebih paham,” tuturnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Surtiyati, yang mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya zat besi dan pola makan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Melalui program ini, Alfamidi bersama Sari Husada berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *