Flare Tetap Menyala di Manahan, Panpel Persis: Sudah Diperiksa, Tapi Masih Kecolongan

0
image

Flare Tetap Menyala di Manahan, Panpel Persis: Sudah Diperiksa, Tapi Masih Kecolongan (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persis Solo mengakui adanya aksi penyalaan flare oleh oknum suporter saat laga menghadapi Persita Tangerang di Stadion Manahan, Minggu (4/1/2026). Meski demikian, panpel menegaskan bahwa prosedur pengamanan telah dilakukan secara berlapis sejak pintu masuk stadion.

Ketua Panpel Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, mengatakan pemeriksaan terhadap penonton sudah dilakukan sesuai standar operasional, mulai dari body checking hingga pemeriksaan berlapis di setiap akses masuk stadion.

“Sejak awal kami sudah menerapkan prosedur pengamanan, termasuk body checking dan pemeriksaan menyeluruh. Itu sudah menjadi SOP setiap laga kandang Persis,” ujar Ginda, Senin (5/1/2026).

Ginda mengakui masih ada flare yang sempat dinyalakan di tribun. Namun, ia menyebut jumlah flare yang berhasil diamankan petugas jauh lebih banyak dibandingkan yang sempat menyala.

“Memang ada flare yang menyala, tapi jumlah yang berhasil kami amankan jauh lebih banyak, hampir 80 buah,” ungkapnya.

Menurut Ginda, panpel memahami kekecewaan sebagian suporter terhadap hasil pertandingan. Namun, ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi seharusnya dilakukan dengan cara yang positif dan tidak melanggar aturan.

“Kami menghargai bentuk kepedulian suporter terhadap tim. Tapi penggunaan flare jelas berbahaya dan tidak sesuai regulasi,” tegasnya.

Terkait potensi sanksi dari operator liga, panpel memprediksi Persis Solo tetap akan menerima hukuman. Bentuk sanksi yang mungkin dijatuhkan mulai dari sanksi administratif hingga denda.

“Kalau melihat regulasi, kemungkinan sanksi tetap ada. Bisa berupa sanksi administratif atau denda,” jelas Ginda.

Meski demikian, panpel berharap sanksi yang dijatuhkan tidak terlalu berat. Pasalnya, situasi pertandingan dapat dikendalikan dengan cepat dan tidak terjadi insiden serius.

“Tidak ada kejadian fatal atau chaos. Pertandingan hanya sempat terganggu sebentar dan bisa dilanjutkan sampai selesai dengan aman,” katanya.

Panpel juga memastikan proses pembubaran penonton berjalan tertib. Namun, tercatat ada empat suporter perempuan yang sempat mendapatkan penanganan medis akibat sesak napas.

“Empat penonton perempuan sempat ditangani tim medis di ambulans. Tidak sampai dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Saat ini, panpel masih mendalami penyebab kondisi tersebut, apakah dipicu asap flare atau faktor kepadatan penonton saat keluar stadion.

Ginda menegaskan bahwa insiden ini akan menjadi bahan evaluasi serius ke depan. Panpel berjanji memperketat seluruh lini pengamanan, termasuk pemeriksaan terhadap panpel dan pihak ketiga yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan.

“Bukan menambah personel, tapi memperluas penempatan dan memperketat pengawasan agar tidak ada celah,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *