Gandeng Tim Gegana Brimob Polda Jateng, Polres Jepara Selidiki Dampak Kimia Kebakaran Pabrik Busa
JEPARA, JATENGNOW.COM – Polres Jepara menggandeng Tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah untuk menyelidiki potensi dampak kimia akibat kebakaran yang melanda PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Peristiwa kebakaran pabrik bahan busa tersebut terjadi pada Sabtu (17/1/2027) sekitar pukul 10.30 WIB.
Pabrik yang terbakar diketahui menyimpan berbagai material plastik serta tabung gas LPG aktif yang digunakan sebagai bahan bakar mesin produksi. Saat kebakaran terjadi, asap hitam pekat membubung tinggi dan menyelimuti area sekitar, disertai aroma gas yang cukup menyengat sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kimia terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Jepara meminta bantuan Detasemen Gegana Brimob Polda Jateng, khususnya tim Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR), untuk melakukan analisis di lokasi kejadian. Penyelidikan ini bertujuan memastikan ada atau tidaknya kandungan zat berbahaya yang berpotensi mencemari udara maupun lingkungan sekitar.
Kapolres Jepara melalui Kabag Ops Kompol Sutono mengatakan bahwa tim Gegana telah diterjunkan ke lokasi kebakaran untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Sebanyak 23 personel dikerahkan guna mengidentifikasi kemungkinan dampak kimia pascakebakaran.
“Kami meminta bantuan tim dari Polda Jawa Tengah untuk menganalisis dampak kimia yang mungkin ditimbulkan. Hasil pemeriksaan akan kami sampaikan setelah proses analisis selesai,” ujar Kompol Sutono, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan, hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran, sekaligus melakukan pendataan terhadap kerugian yang ditimbulkan. Masyarakat di sekitar lokasi diminta tetap tenang, namun waspada, serta segera melapor apabila menemukan kondisi darurat atau dampak lanjutan dari peristiwa tersebut.
Polres Jepara juga mengimbau para pelaku usaha dan masyarakat, khususnya di kawasan padat bangunan dan industri, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran serta memastikan standar keselamatan terpenuhi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (jn02)
