GEMFest 2025: Solo Berkilau dalam Irama Gamelan Etnik dan Kolaborasi Seni Nusantara

0
IMG_7661

GEMFest 2025: Solo Berkilau dalam Irama Gamelan Etnik dan Kolaborasi Seni Nusantara (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – Kota Solo kembali menjadi pusat perhatian pecinta seni dengan digelarnya Gamelan Ethnic Music Festival (GEMFest) 2025 pada 22 Agustus 2025. Bertempat di Halaman Balai Kota Surakarta, festival ini menghadirkan dua hari pertunjukan musik gamelan dan etnik yang dikemas secara modern, memadukan tradisi dengan sentuhan kekinian.

GEMFest dibuka dengan karnaval yang menampilkan Konvoi Angin Ribut Madura, komunitas PPMKI, dan Sanggar Seni Moresca dari Flores. Rombongan memulai perjalanan dari Graha Wisata menuju Balai Kota Surakarta pada pukul 14.00 WIB. Acara resmi dimulai pukul 16.00 WIB dengan pemukulan gamelan oleh Wakil Wali Kota Surakarta bersama Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, disaksikan Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta unsur forkopimda.

Hari pertama GEMFest langsung memikat penonton melalui penampilan Karawitan Wiratama dari Surakarta, dilanjutkan Orkes Melayu Lorenza pada sore hari. Malamnya, suasana semakin megah dengan video mapping show yang memadukan cahaya dan musik, disusul sajian tari dari Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Tak hanya pertunjukan seni, pengunjung juga dimanjakan dengan jajanan tradisional di area food tenant “Keplek Ilat” serta pameran kerajinan yang sudah berlangsung sejak 20 Agustus.

GEMFest 2025: Solo Berkilau dalam Irama Gamelan Etnik dan Kolaborasi Seni Nusantara (JatengNOW/Dok)

Salah satu momen berkesan adalah penampilan Karawitan Ngudi Raos Bakti Candrasa. Meski beranggotakan seniman dengan kebutuhan khusus, mereka berhasil memukau penonton dengan permainan gamelan yang piawai. Pertunjukan dilanjutkan oleh Gong Angin asal Surabaya, Sanggar Jiwa Etnik Blambangan dari Banyuwangi, hingga Sanggar Seni Moresca dari Flores yang membawa nuansa musik khas Indonesia Timur.

“Kami sangat senang bisa tampil di Solo, apalagi di event nasional seperti ini. Kami membawakan dua lagu berjudul Sikka Lori Lolo dan Gemufamire yang sudah kami persiapkan selama dua bulan. Rasanya lega sekaligus bangga bisa tampil di GEMFest,” ungkap salah satu penampil dari Sanggar Seni Moresca.

Sebagai penutup hari pertama, grup musik Anteng Kitiran dari Yogyakarta tampil berkolaborasi dengan sinden asli Solo, Mambaul Khasanah. Mereka membawakan lagu Maskumambang dan Madah yang menyampaikan pesan agar gamelan tetap hidup di panggung-panggung musik etnik masa depan.

Sekitar 3.000 penonton hadir memenuhi area festival sejak sore hingga tengah malam. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme masyarakat tidak surut. GEMFest 2025 pun tercatat sebagai salah satu agenda budaya paling meriah di Kota Solo pada tahun ini. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *