GEMFEST 2025 Tampilkan Perpaduan Tradisi dan Modern, Sujiwo Tejo Turut Meriahkan Penutupan

0
DSC09933

GEMFEST 2025 Tampilkan Perpaduan Tradisi dan Modern, Sujiwo Tejo Turut Meriahkan Penutupan (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – Suasana malam di jantung Kota Surakarta kembali hidup dengan denting gamelan dalam gelaran Gamelan Ethnic Music Festival (GEMFEST) 2025 yang memasuki hari kedua, Sabtu (23/8/2025). Acara berlangsung di Halaman Balai Kota Surakarta, menampilkan perpaduan antara tradisi gamelan yang berakar kuat dengan inovasi pertunjukan modern.

Sejak sore, pengunjung disuguhi penampilan Angin Ribut asal Madura yang menghadirkan nuansa musik penuh energi. Malam harinya, acara resmi dibuka pukul 19.00 WIB melalui rangkaian prosesi menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, serta penyerahan penghargaan kepada para penampil hari kedua.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Surakarta didampingi Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Momen tersebut juga dimeriahkan pembacaan pantun budaya oleh pejabat kota sebagai simbol kedekatan pemerintah dengan masyarakat.

Balai Kota Surakarta berubah menjadi lautan cahaya dengan suguhan Lighting Show dan Mapping Animasi yang menampilkan visual seni tradisi berpadu teknologi modern. Pertunjukan itu semakin lengkap dengan tarian garapan Adicipta Paundrakarna Productions yang menghadirkan keindahan gerak sekaligus filosofi budaya nusantara.

penyerahan penghargaan kepada para penampil hari kedua (JatengNOW/Dok)

Sejumlah penampil lintas daerah turut mewarnai GEMFEST 2025, antara lain Saron Groove (DIY) dengan alunan groove modern berbalut nuansa gamelan, Omah Cangkem (DIY) yang mengeksplorasi ruang bunyi melalui vokal, gamelan, dan teatrikal, hingga Artaixad Gamelan Syndicate yang menyuguhkan aransemen dinamis penuh energi. Salah satu performer Omah Cangkem menyampaikan kebanggaannya dapat tampil di GEMFEST.

“Untuk acara ini kami persiapkan teknisnya selama 1 bulan intens. Isi cerita penampilan kami mengangkat kisah perjuangan Pangeran Diponegoro yang dikemas dalam cerita anak kancil dan keong. Saya merasa bangga bisa tampil di acara tingkat nasional yang pertama di tahun 2025 ini. Selain itu, kesempatan ini juga menjadi yang pertama untuk para adik-adik Omah Cangkem tampil di luar kota,” ujarnya.

Selain pertunjukan musik, pengunjung juga bisa menikmati jajanan tradisional di area food tenant “Keplek Ilat” serta pameran kerajinan khas, mulai dari gamelan, batik, busana Jawa, blangkon, kerajinan kulit, hingga tatah sungging wayang.

Malam puncak festival ditutup dengan penampilan istimewa kolaborasi Waktu Indonesia Berdendang bersama Lala Atila dan Sujiwo Tejo. Pertunjukan itu menjadi momen paling berkesan, menghadirkan perpaduan musik, narasi, dan harmoni budaya yang membangkitkan rasa haru sekaligus kebanggaan.

Penutupan GEMFEST 2025 ditandai prosesi Closing Ceremony yang diawali dengan pembacaan pantun budaya oleh Direktur Musik Kemenpar RI, Amin Abdullah, serta Wakil Wali Kota Surakarta. Acara juga dilengkapi penyerahan cinderamata kepada maestro dan kolaborator sebagai penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga warisan gamelan.

Festival resmi berakhir dengan pemutaran teaser GEMFEST sebagai tanda keberlanjutan acara, disusul pesta kembang api yang mewarnai langit Surakarta. Malam itu meninggalkan pesan bahwa gema gamelan akan terus hidup dan berkembang untuk generasi mendatang. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *