Gubernur Jateng Luncurkan Trayek Angkutan Perintis Karimunjawa 2026, Perkuat Konektivitas Kepulauan
Gubernur Jateng Luncurkan Trayek Angkutan Perintis Karimunjawa 2026, Perkuat Konektivitas Kepulauan (JatengNOW/Dok)
JEPARA, JATENGNOW.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan Trayek Angkutan Perintis Karimunjawa Tahun 2026 sebagai langkah memutus keterisolasian wilayah kepulauan. Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Pelabuhan Penyeberangan Jepara, Selasa (13/1/2026).
Peluncuran trayek ini menandai dimulainya layanan transportasi publik terintegrasi yang menghubungkan pelabuhan, bandara, serta pusat-pusat aktivitas masyarakat di Kepulauan Karimunjawa.
“Semua diopeni, tidak ada yang ditinggal. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal hanya karena laut,” tegas Gubernur Ahmad Luthfi.
Trayek Angkutan Perintis Karimunjawa melayani angkutan penumpang dan barang dengan rute yang menghubungkan Pelabuhan Karimunjawa, Desa Kemujan, hingga Bandara Dewadaru. Pemerintah menargetkan biaya transportasi semakin terjangkau, aksesibilitas meningkat, serta pergerakan ekonomi lokal semakin cepat.
“Jumlah armada bisa ditambah sesuai hasil evaluasi. Prinsipnya jelas, mobilitas masyarakat meningkat dan layanan harus berkelanjutan,” lanjutnya.
DAMRI Siapkan Armada dan Layanan
Pihak DAMRI memastikan komitmen memberikan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, dan mengutamakan keselamatan. Trayek ini merupakan bagian dari penugasan negara untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya wilayah kepulauan.
Sebanyak lima unit armada disiapkan, terdiri dari empat unit operasional dan satu unit cadangan, masing-masing berkapasitas 14 penumpang. Armada ditempatkan di Kecamatan Karimunjawa dan Desa Kemujan.
Dua rute utama yang dilayani yakni:
- Pelabuhan Legon Bajak – Desa Kemujan – Bandara Dewadaru – Pelabuhan Karimunjawa
- Pelabuhan Karimunjawa – Bandara Dewadaru – Desa Kemujan – Pelabuhan Legon Bajak
Sejumlah titik strategis disiapkan sebagai halte, dengan jadwal operasional yang fleksibel, termasuk menyesuaikan jam sekolah dan aktivitas masyarakat.
Dengan beroperasinya trayek angkutan perintis ini, Karimunjawa diharapkan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga memiliki konektivitas yang kuat untuk mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kepulauan. (jn02)
