Hari Kedua IMF 2025 Sajikan Simfoni Budaya Topeng Dunia, Festival Resmi Ditutup Meriah di Solo

0
IMG_1763

Hari Kedua IMF 2025 Sajikan Simfoni Budaya Topeng Dunia, Festival Resmi Ditutup Meriah di Solo (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – International Mask Festival (IMF) 2025 kembali menyuguhkan kemeriahan pada hari kedua pelaksanaannya, Sabtu (15/11/2025), di Pendhapi Gedhe Balai Kota Solo. Dimulai pukul 19.00 WIB, festival seni topeng bertaraf internasional ini menampilkan 11 delegasi nasional dan internasional yang memukau para penonton.

Sebanyak delapan delegasi dari Indonesia tampil pada hari terakhir, yakni Sanggar Sarwi Retno Budaya (Solo), Komunitas Tari Prajna Srikandi (Yogyakarta), Kembang Batavia (Jakarta), Darmawan Dance Company ft. Bejho Indonesia Got Talent (Yogyakarta), Aswolo Wonosobo (Wonosobo), Rianto Dance Studio (Banyumas), Reog Singo Yogo ft. Dhenata Ponorogo (Solo), serta Guh S Mana n Friend (Solo).

Delegasi internasional yang turut tampil meliputi The Place that Makes Culture is Yeoltoe (Korea Selatan), Chinese Youth Goodwill Association Taiwan (Taiwan), dan China Indonesia Culture Exchange (Hongkong). Masing-masing menghadirkan karya dengan karakter budaya negaranya yang khas dan mampu menarik perhatian penonton.

Acara dibuka dengan penampilan Sanggar Sarwi Retno Budaya (Solo) yang membawakan karya bertajuk “Wira Loka Niskala”, sebuah tarian tentang perjuangan dan doa untuk kehidupan yang tenteram. Salah satu penampilan yang menjadi sorotan adalah Aswolo Wonosobo yang membawakan karya “Tetenger”. Pertunjukan ini mengangkat filosofi Topeng Lengger Wonosobo sebagai penanda budaya yang hidup, menampilkan empat karakter utama: Gagah, Alus, Kasar, dan Gecul.

Dari mancanegara, Chinese Youth Goodwill Association Taiwan menyuguhkan karya “Dancing in the Light and Shadow”, memadukan elemen tradisi dan modernitas dalam permainan cahaya dan bayangan yang memukai penonton.

Hari Kedua IMF 2025 Sajikan Simfoni Budaya Topeng Dunia, Festival Resmi Ditutup Meriah di Solo (JatengNOW/Dok)

Penutupan IMF 2025 ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh delegasi yang tampil. Sertifikat diserahkan oleh Dra. R.Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn., Putri Pramesti Wigaringtyas, M.Sn., dan Drs. Aryo Widyandoko, M. Dalam closing statement-nya, Aryo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Saya di sini mewakili Bapak Wali Kota mengucapkan terima kasih kepada semuanya, kepada para penonton, para penampil, dan utamanya Bunda Ira,” ujarnya.

IMF 2025 resmi ditutup dengan pemukulan kenong oleh Irawati Kusumoasri, Putri Pramesti Wigaringtyas, Aryo Widyandoko, serta para delegasi.

Di hari yang sama, Konferensi Internasional Indonesian Mask Organization (IMO) digelar di Gedung Sekretariat Bersama Kota Solo. Menghadirkan narasumber akademisi, forum tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai budaya topeng dari berbagai negara.

Dengan mengusung tema “Awesome Mask”, IMF 2025 kembali menegaskan posisinya sebagai ruang perayaan seni topeng dunia yang menyatukan nilai-nilai budaya sekaligus menghadirkan harmoni antarbangsa. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *