Ikuti Kirab Umbul Mantram, Respati Tegaskan Grebeg Sudiro Simbol Kerukunan Etnis
Ikuti Kirab Umbul Mantram, Respati Tegaskan Grebeg Sudiro Simbol Kerukunan Etnis (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Wali Kota Solo, Respati Ardi, turut ambil bagian dalam Kirab Tradisi Umbul Mantram yang menjadi pembuka rangkaian Grebeg Sudiro 2026 dalam rangka menyambut Hari Raya Imlek 2577, Sabtu (tanggal menyesuaikan).
Mengenakan pakaian adat beskap Jawa, Respati mengikuti seluruh rangkaian kirab bersama Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, berjalan menyusuri kawasan Sudiroprajan yang menjadi pusat perhelatan budaya tersebut.
Respati mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang memadukan unsur budaya Tionghoa dan Jawa secara harmonis. Menurutnya, Grebeg Sudiro merupakan representasi nyata kerukunan antar etnis yang telah lama tumbuh dan terjaga di Kota Solo.
“Ini acara yang patut kita apresiasi dan harus kita pertahankan. Luar biasa sekali, ini contoh akulturasi dan harmonisasi budaya antara saudara kita dari etnis Tionghoa dengan budaya Jawa,” ujar Respati di sela kegiatan.
Ia menilai Grebeg Sudiro tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpotensi besar sebagai daya tarik wisata. Ke depan, Pemkot Solo berkomitmen terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Grebeg Sudiro dengan menggandeng pelaku budaya dari berbagai daerah.
“Kebersamaan ini menjadi kerukunan yang harus kita jaga betul-betul. Antusiasme warga yang menyambut kirab luar biasa, dan ini menjadi potensi wisata yang sangat baik. Kegiatan ini akan terus kita tingkatkan,” jelasnya.
Diketahui, Grebeg Sudiro merupakan salah satu event budaya unggulan Kota Solo yang kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
Sementara itu, Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2026, Arsatya Putra Utama, menyampaikan bahwa tahun ini Grebeg Sudiro mengusung tema “Heritage In Harmony”, yang mencerminkan kebersamaan dan kekompakan melalui perpaduan dua budaya besar.
Kirab Tradisi Umbul Mantram diikuti oleh seluruh masyarakat Sudiroprajan serta Paguyuban Bojobuwono, dengan total sekitar 1.200 partisipan.
“Grebeg Sudiro tahun ini menjadi kali ketiga masuk KEN. Harapannya, Grebeg Sudiro tetap menjadi yang terbaik di antara 10 event KEN,” ujarnya.
Arsatya menambahkan, pihak panitia juga menargetkan peningkatan jumlah pengunjung. Jika pada 2025 tercatat sekitar 20 ribu pengunjung, maka tahun ini ditargetkan mampu menembus 30 ribu pengunjung, seiring meningkatnya partisipasi kesenian dari dalam kota hingga mancanegara dengan total sekitar 60 kelompok seni.
“Kami berharap antusiasme masyarakat dan wisatawan terus meningkat sehingga Grebeg Sudiro semakin dikenal secara nasional maupun internasional,” tandasnya. (jn02)
