Panen Raya Mojorembun, Petani Rembang Raup Untung Rp30 Juta per Hektare Berkat Alsintan Modern

0
IMG-20260212-WA0021

REMBANG, JATENGNOW.COM – Dukungan Pemerintah Kabupaten Rembang dalam mendorong modernisasi sektor pertanian membuahkan hasil positif. Pemanfaatan teknologi pertanian oleh petani di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan secara signifikan.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan panen raya padi yang digelar Kamis (12/2/2026) bersama Bupati Rembang H. Harno. Dalam satu musim tanam, petani setempat mampu meraih keuntungan sekitar Rp30 juta per hektare.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern yang difasilitasi pemerintah daerah. Sejumlah alsintan seperti combine harvester, transplanter roda empat, hingga drone untuk penyemprotan pupuk dan pestisida dimanfaatkan secara optimal.

Ketua Kelompok Tani Budi Luhur Desa Mojorembun, Karyono, menjelaskan produksi padi per hektare mencapai 6.700 kilogram. Dengan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp7.100 per kilogram, total pendapatan kotor petani mencapai Rp47.570.000 per hektare.

“Biaya produksi satu hektare sekitar Rp17.512.000. Setelah dikurangi biaya tersebut, petani memperoleh keuntungan Rp30.038.000. Alhamdulillah, petani modern sekarang penghasilannya bisa setara sekitar Rp7,5 juta per bulan,” terang Karyono.

Bupati Rembang H. Harno menyampaikan bahwa tingginya produktivitas dan harga jual gabah merupakan hasil komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat modernisasi pertanian melalui bantuan alsintan yang diberikan secara bertahap setiap tahun.

“Saya yakin ke depan semua desa akan tercukupi kebutuhan alsintannya, karena setiap tahun pemerintah memberikan bantuan. Saya minta alsintan yang sudah diberikan dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Selain modernisasi alat, Bupati juga merespons aspirasi petani terkait normalisasi jaringan irigasi di Desa Mojorembun. Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Pusat agar penanganan irigasi dapat direalisasikan melalui skema kolaborasi pendanaan.

“Mana yang bisa ditangani daerah akan kita ambil. Kalau bisa masuk provinsi, kita dorong ke provinsi. Kalau pusat yang bisa masuk, kita kolaborasi,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *