Perebutan Medali Rampung, Indonesia Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025 Tailan

0
Atlet balap sepeda Indonesia Nurfendi (kanan) dan pilotnya Mufti Fadilah (kiri) menunjukkan medali emas yang mereka terima setelah berhasil mengalahkan lawan-lawannya dalam kategori Road Cycling Men's B - Time Trial di ASEAN Para Games 2025 di Suranaree Un

Atlet balap sepeda Indonesia Nurfendi (kanan) dan pilotnya Mufti Fadilah (kiri) menunjukkan medali emas yang mereka terima setelah berhasil mengalahkan lawan-lawannya dalam kategori Road Cycling Men's B - Time Trial di ASEAN Para Games 2025 di Suranaree University of Tecnology, Nakhon Ratchasima, Thailand, Rabu (21/1/2026). Nurfendi berhasil meraih emas pertama untuk kontingen Indonesia. NPC Indonesia/Yoma Times Suryadi

TAILAN, JATENGNOW.COM — Kontingen Indonesia menutup perjuangan di ajang ASEAN Para Games 2025 dengan prestasi gemilang. Sebanyak 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu berhasil dikoleksi, memastikan Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir perolehan medali.

Sejak awal keberangkatan ke Tailan, Indonesia menargetkan posisi tiga besar. Target tersebut dinilai realistis mengingat sejumlah nomor andalan tidak dipertandingkan serta mundurnya beberapa negara peserta, termasuk Kamboja.

Di bawah kepemimpinan Chef de Mission (CdM) Reda Manthovani, kontingen Indonesia awalnya dibebani target 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu. Namun, dalam pelaksanaan kompetisi selama sepekan, para atlet mampu melampaui target tersebut dengan capaian signifikan.

Cabang olahraga para atletik menjadi penyumbang medali terbanyak dengan raihan 44 emas, 39 perak, dan 23 perunggu. Disusul para renang yang mengoleksi 29 emas, 37 perak, dan 20 perunggu.

Prestasi membanggakan juga ditorehkan cabang para bulu tangkis dengan perolehan 12 emas, 9 perak, dan 7 perunggu, serta para angkat berat yang menyumbang 9 emas dan 4 perak. Sementara itu, para judo menjadi satu-satunya cabor yang menyapu bersih seluruh nomor pertandingan dengan raihan 7 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.

Tambahan medali datang pada hari terakhir dari cabang para catur, yang bertanding di Auditorium Nakhon Ratchasima Rajabhat University, Minggu (25/1/2026). Secara total, para catur Indonesia mengoleksi 9 emas, 22 perak, dan 7 perunggu.

Salah satu atlet yang mencuri perhatian ialah Aisah Wijayanti Putri Brahmana, yang berhasil menyumbangkan tiga emas, satu perak, dan satu perunggu. Capaian tersebut melampaui target pribadinya yang semula hanya membidik dua emas.

“Awalnya cukup sulit mengalahkan lawan-lawan, terutama di nomor para catur. Namun berkat kerja keras dan doa, Alhamdulillah kami bisa mendapatkan emas di nomor cepat dan kilat,” ujar Putri.

Putri mengungkapkan perjuangannya terasa lebih berat karena harus meninggalkan anaknya yang baru lahir selama masa pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

“Saya harus menitipkan anak saya kepada orang tua. Medali ini saya persembahkan untuk anak saya. Rasanya berat, tapi demi Indonesia saya harus berjuang,” katanya.

Pelatih para catur Indonesia, Tedy Wiharto, menilai persaingan di ASEAN Para Games 2025 semakin ketat, terutama dari Vietnam dan Filipina.

“Mereka menunjukkan perkembangan signifikan dan menjadi pesaing terberat. Saya mengapresiasi perjuangan para atlet Indonesia,” ucap Tedy.

Ia berharap para atlet tetap menjaga konsistensi latihan karena masih akan menghadapi sejumlah ajang single-event ke depan.

Kontingen Indonesia dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Selasa (27/1/2026) menggunakan penerbangan carter dalam dua kloter dari Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok menuju Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *