Persis Solo Didenda Rp250 Juta Akibat Penyalaan Flare di Stadion Manahan
Flare Suporter Warnai Laga Persis vs Persita, Pertandingan Sempat Terhenti (JatengNOW/Benediktus Candra)
SOLO, JATENGNOW.COM – Persis Solo resmi menerima sanksi dari operator kompetisi menyusul aksi penyalaan flare oleh oknum suporter saat pertandingan kandang melawan Persita Tangerang di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1/2026) lalu. Klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu dijatuhi sanksi berupa denda sebesar Rp250 juta.
Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, mengatakan keputusan sanksi tersebut telah diterima manajemen sejak pekan lalu. Menurutnya, hukuman yang dijatuhkan hanya berupa denda tanpa disertai sanksi tambahan lainnya.
“Kalau tidak salah minggu lalu kami sudah menerima keputusan dari operator liga. Sanksinya denda Rp250 juta, hanya itu saja,” ujar Ginda, Rabu (21/1/2026).
Ginda menjelaskan, Persis terhindar dari sanksi tambahan karena dalam pertandingan tersebut tidak terjadi kericuhan maupun gangguan keamanan yang serius usai laga.
“Kami sudah sampaikan sebelumnya, setelah pertandingan tidak ada kericuhan. Jadi tidak ada sanksi tambahan,” jelasnya.
Meski demikian, Ginda mengakui nominal denda tersebut cukup besar dan menjadi beban tambahan bagi klub, terlebih Persis saat ini masih membutuhkan anggaran untuk melakukan pembenahan serta perombakan skuad.
“Nilainya cukup berat juga, Rp250 juta itu bukan angka kecil. Ini jelas menjadi beban tambahan, apalagi kami masih ingin merombak beberapa pemain,” ungkapnya.
Manajemen Persis memastikan denda tersebut telah dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, kejadian ini dijadikan sebagai bahan evaluasi menyeluruh bagi semua pihak.
“Dendanya sudah kami selesaikan. Tapi ini menjadi evaluasi besar untuk kami semua,” tegas Ginda.
Ke depan, manajemen Persis menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan kelompok suporter. Ia menegaskan bahwa pihak klub tidak melarang suporter menyampaikan kritik maupun aspirasi, selama dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kami tidak melarang kritik atau aksi. Silakan, sepanjang sesuai ketentuan. Koordinasi harus lebih baik agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.
Ginda juga mengingatkan bahwa Persis masih berada dalam pengawasan operator liga. Jika pelanggaran serupa kembali terjadi, bukan tidak mungkin sanksi yang dijatuhkan akan lebih berat.
“Ke depan kami masih diawasi. Jangan sampai terulang. Kami butuh dukungan suporter yang positif dan bersinergi demi kebaikan tim,” pungkasnya. (jn02)
