Polresta Solo Imbau Warga Tidak Nyalakan Petasan dan Kembang Api Saat Malam Tahun Baru
Polresta Solo Imbau Warga Tidak Nyalakan Petasan dan Kembang Api Saat Malam Tahun Baru (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Polresta Surakarta mengimbau masyarakat Kota Solo untuk tidak menyalakan petasan maupun kembang api saat malam pergantian tahun 2025 menuju 2026. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat di sejumlah daerah yang masih terdampak bencana alam.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo mengatakan, secara prinsip kepolisian tidak mengeluarkan izin untuk kegiatan kembang api dalam perayaan malam tahun baru. Oleh karena itu, masyarakat diminta menahan diri dan mengisi pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih positif.
“Kami mengimbau masyarakat agar mengedepankan empati. Saat ini saudara-saudara kita di berbagai wilayah, seperti Sumatera, Kalimantan, dan daerah lainnya masih menghadapi bencana banjir, erupsi gunung, maupun gelombang pasang,” ujar Kombes Pol Catur.
Ia menambahkan, momen tahun baru seharusnya menjadi waktu refleksi dan kebersamaan, bukan sekadar perayaan dengan suara bising dan potensi bahaya. Masyarakat juga diajak mengalihkan dana untuk kegiatan yang lebih bermanfaat.
“Daripada digunakan membeli petasan atau kembang api, lebih baik dananya disalurkan untuk membantu korban bencana. Manfaatnya akan jauh lebih besar,” jelasnya.
Terkait aturan, Kapolresta menegaskan bahwa tidak ada izin untuk kegiatan kembang api yang bersifat terorganisir. Sementara untuk kembang api skala kecil dan penggunaan pribadi, kepolisian tetap mengimbau masyarakat agar tidak menyalakannya.
Adapun untuk petasan yang membahayakan keselamatan, Polresta Surakarta memastikan akan melakukan penindakan sesuai ketentuan hukum.
“Petasan yang berpotensi menimbulkan bahaya pasti akan kami tindak,” tegasnya.
Dalam rangka pengamanan malam tahun baru, Polresta Surakarta menyiapkan pengamanan berlapis dengan sistem ring 1, ring 2, dan ring 3. Ring 3 difokuskan pada patroli wilayah perbatasan Kota Solo.
“Patroli ring 3 mencakup wilayah Kleco, Makuto, Jajar, Jurug, Tanjung Anom, hingga kawasan Tugu Lilin. Personel kami siagakan penuh,” ungkap Kombes Pol Catur.
Secara keseluruhan, sebanyak 992 personel gabungan diterjunkan dalam pengamanan malam tahun baru. Personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya.
Sementara itu, pengamanan ring 1 difokuskan di pusat aktivitas masyarakat, khususnya sepanjang Jalan Slamet Riyadi dari Gendengan hingga Balai Kota Surakarta dengan total 11 titik pengamanan. Adapun ring 2 berfungsi mengantisipasi arus lalu lintas di jalur pendukung dan siap melakukan rekayasa lalu lintas jika diperlukan.
“Ring 2 kami siapkan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aktivitas masyarakat berjalan aman serta tertib,” pungkasnya. (jn02)
