Polresta Solo Klarifikasi Dugaan Tabrak Lari di Yos Sudarso, Belum Ada Bukti Keterlibatan Kendaraan Lain

0
WhatsApp Image 2025-07-07 at 15.07.08_5f4f3eec

Polresta Solo Klarifikasi Dugaan Tabrak Lari di Yos Sudarso, Belum Ada Bukti Keterlibatan Kendaraan Lain (JatengNOW/Kevin Rama)

SOLO, JATENGNOW.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Solo masih mendalami insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Yos Sudarso, Gajahan, Solo, pada Rabu (2/7/2025) lalu. Kecelakaan yang menyebabkan seorang pelari berinisial HG (42), warga Solo Baru, meninggal dunia ini sempat memunculkan dugaan tabrak lari yang ramai dibicarakan di media sosial.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Agung Yudiawan, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat yang mendukung dugaan adanya kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

“Dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan anggota Gakkum dan Satlantas, memang benar terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban luka berat hingga akhirnya meninggal dunia. Namun, dugaan adanya tabrak lari seperti yang ramai di media sosial belum bisa dipastikan,” ujar Agung saat ditemui di Mapolresta Solo, Senin (7/7/2025).

Polisi telah melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan (pulbaket) baik di lokasi kejadian maupun di luar lokasi. Namun, proses penyelidikan terkendala karena minimnya saksi yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

“Kami sudah mencoba mencari saksi-saksi yang melihat langsung kejadian, namun sampai saat ini belum ada yang bisa memberikan keterangan langsung. Ini menjadi hambatan bagi kami,” lanjutnya.

Menurut hasil penyelidikan sementara, kecelakaan melibatkan satu kendaraan, yakni sepeda motor Honda Revo dengan pelat nomor AD 6376 LS yang dikendarai FA, dan seorang pelari. Dugaan adanya kendaraan lain yang turut menyebabkan kecelakaan belum bisa dibuktikan.

“Dari data dan informasi yang kami miliki sejauh ini, hanya satu kendaraan yang terlibat dan itu kendaraan yang menabrak korban,” tegas Agung.

Terkait isu pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, pihak kepolisian juga belum bisa memberikan kepastian. Sebab belum ditemukan bukti maupun keterangan dari saksi atau rekaman CCTV yang mendukung dugaan tersebut.

“Sementara kami belum mendapatkan keterangan tentang perilaku pengendara sebelum kejadian, termasuk apakah yang bersangkutan menggunakan ponsel atau tidak,” imbuhnya.

Hingga saat ini, pengendara sepeda motor berinisial FA masih menjalani perawatan medis karena mengalami patah tulang pada kaki dan jari kanan, sehingga belum bisa dimintai keterangan oleh penyidik.

“FA masih dirawat di rumah sakit, jadi pemeriksaan secara detail terhadap yang bersangkutan belum bisa dilakukan,” tambahnya.

Polresta Solo mengimbau kepada masyarakat yang berada di lokasi saat kejadian dan mengetahui peristiwa tersebut untuk memberikan informasi kepada kepolisian guna membantu penyelidikan.

“Kami sangat berharap jika ada warga yang melihat langsung kejadian tersebut bisa segera menghubungi kami. Informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengungkap kebenaran peristiwa ini secara menyeluruh,” pungkas Agung.

Sebelumnya, insiden ini sempat viral di media sosial dan disebut-sebut sebagai tabrak lari yang melibatkan lebih dari satu kendaraan. Namun, berdasarkan penyelidikan awal, polisi belum menemukan cukup bukti untuk mendukung klaim tersebut. Penyelidikan masih terus berlanjut. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *