Program Museum Forward 2025 Dorong Penguatan Arsip Audio Lokananta
Program Museum Forward 2025 Dorong Penguatan Arsip Audio Lokananta (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Upaya pelestarian arsip audio di Lokananta memasuki tahap penting melalui Program Publik dan Masterclass Museum Forward 2025. Program yang digagas oleh EUNIC (European Union National Institutes for Culture) tersebut membuka ruang kolaborasi internasional sekaligus memperkuat praktik pengelolaan arsip rekaman bersejarah di Indonesia.
Sebagai label rekaman pertama di Indonesia sejak 1950-an, Lokananta menyimpan ribuan koleksi reel tape yang memiliki nilai historis tinggi. Sebanyak 5.843 pita magnetik kini menjadi fokus utama program, mengingat material tersebut memerlukan penanganan khusus dan metode konservasi yang tepat.
Lokananta menjadi satu dari tiga institusi yang menerima dukungan pendampingan dan pendanaan dari EUNIC. Tiga profesional turut dilibatkan dalam proyek ini, yaitu Julita Pratiwi, Will Prentice dari Phonogramm Archiv Austria, serta Maria Cecilia Ayson dari Filipinas Heritage Library.
Menurut Maya, perwakilan EUNIC Indonesia, Lokananta dipilih karena memiliki peran penting dalam perjalanan industri musik nasional. “Koleksi rekamannya sangat berharga dan mencerminkan sejarah panjang perkembangan musik di Indonesia,” ujarnya.
Sejak Agustus 2025, tim Arsiparsi Lokananta yang beranggotakan Sherina Dwi Novitasari dan Bemby Ananto menjalankan agenda preservasi, konservasi, hingga digitalisasi koleksi. Aktivitas itu turut melibatkan empat mahasiswa magang dari UGM dan Universitas Diponegoro.
Selama satu bulan, Julita Pratiwi bekerja langsung bersama tim Lokananta Archive Project dengan fokus pada seri koleksi P3/7, yakni pita-pita audio dari periode awal Lokananta yang sebagian besar belum pernah didigitalkan. Sedikitnya 500 pita ditargetkan selesai pada Desember 2025.
Sebuah ruangan khusus di ujung Galeri Lokananta kini diubah menjadi pusat kerja konservasi audio. Ruang ini berfungsi untuk penyelamatan fisik material, digitalisasi, serta penyimpanan aman koleksi arsip.
Memasuki akhir program, Lokananta akan membuka rangkaian Program Publik Museum Forward 2025. Pembukaan pameran dijadwalkan pada 3 Desember 2025, menghadirkan tur galeri, live conservation, workshop piringan hitam dan kaset, serta sesi dengar koleksi digital dari seri P3/7.
Kurator Galeri Lokananta, Caroline Safira Darmawan, mengangkat tema pameran The Audio Conservators’ Room. Pameran ini menyajikan informasi mengenai sejarah pita magnetik, jenis-jenisnya, kerusakan umum yang terjadi, dan cara penanganannya. Pengunjung juga dapat melihat benda koleksi, diagram, hingga mendengarkan hasil digitalisasi.
Dokumentasi lengkap proses konservasi selama empat bulan akan ditampilkan sebagai catatan pembelajaran bagi publik maupun komunitas arsip.
Selain pameran, EUNIC juga menghadirkan program masterclass yang dapat diakses offline maupun online pada 4–5 Desember 2025, serta sesi penutup pada 7 Desember yang berlangsung secara daring. Para kolaborator akan membawakan materi seputar konservasi audio analog, pengarsipan rekaman, serta keterkaitannya dengan identitas budaya.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan pengetahuan dan membuka kolaborasi antara Lokananta dengan komunitas, kolektif, dan lembaga pengarsipan lainnya, sekaligus memperkuat posisi Lokananta sebagai pusat arsip audio bersejarah Indonesia. (jn02)
