Respati Gerak Cepat Atasi Krisis Sampah Putri Cempo, Tambah Alat Berat dan Tata Blok D
Respati Gerak Cepat Atasi Krisis Sampah Putri Cempo, Tambah Alat Berat dan Tata Blok D (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, turun langsung menindaklanjuti persoalan sampah di TPA Putri Cempo, Selasa (10/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau distribusi dan pengelolaan sampah yang sempat menyebabkan antrean truk pengangkut mengular di lokasi.
Dalam peninjauan itu, Respati memastikan adanya penambahan alat berat guna mempercepat penanganan sampah yang masuk setiap hari.
“Saya ditemani Pak Dandim dan Pak Wakapolresta serta rekan-rekan dari DLH mengunjungi langsung permasalahan yang ada. Terkait jalur masuk mobil-mobil pengangkut sampah, kita siapkan tiga eskavator dan beberapa dozer,” kata Respati.
Penambahan alat berat tersebut difokuskan untuk membuka kembali jalur penerimaan sampah serta memperlancar proses penanganan di lapangan. Selain itu, Pemkot Solo juga akan melakukan penataan di Blok D TPA Putri Cempo melalui metode cut and fill agar distribusi sampah lebih tertata.
“Yang harus kita selesaikan adalah pembukaan jalur kembali. Kita akan lakukan pendalaman untuk cut and fill penataan Blok D dan beberapa blok di Putri Cempo,” jelasnya.
Respati juga menyoroti persoalan sampah rumah tangga yang masih tercampur. Kondisi ini dinilai berdampak pada mesin pengolahan berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dari PLTSa yang kerap mengalami gangguan.
“Permasalahan utama, tadi kita lihat mesin pemilah sampah sering rusak karena sampah masih tercampur. Karena itu kami mengajak seluruh warga Kota Solo untuk memilah sampah dari rumah. Ini permasalahan bersama,” tuturnya.
Ia menambahkan, sosialisasi pemilahan sampah akan segera digencarkan hingga tingkat RT/RW agar proses pengelolaan di TPA tidak merusak mesin dan dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, menjelaskan bahwa kendala utama sebelumnya adalah minimnya alat berat yang berfungsi.
“Karena kemarin yang berfungsi hanya satu eskavator. Kita dipinjami SCMPP dan hari ini didatangkan tiga, itu sudah bisa menangani sampah yang datang harian,” terangnya.
Ke depan, DLH juga akan menambah dozer dan loader untuk mendukung proses penataan sampah, serta menjadwalkan keluar-masuk truk agar kapasitas harian yang mencapai ratusan ton tidak terlampaui.
“Kita berharap dari hulunya, dari masyarakat sebagai produsen sampah, bisa mengelola dan memilah sampah dari rumah. Kalau pemilahan dilakukan dari awal, itu sangat membantu mengurangi timbulan sampah dan bermanfaat bagi lingkungan,” imbuhnya. (jn02)
