Respati Kawal Kepulangan Jemaah Umrah Solo yang Tertahan Akibat Konflik Timur Tengah
Respati Kawal Kepulangan Jemaah Umrah Solo yang Tertahan Akibat Konflik Timur Tengah (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Wali Kota Surakarta Respati Ardi memastikan Pemerintah Kota Solo akan terus memantau serta mengawal kepulangan jemaah umrah asal Kota Solo yang terdampak ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Respati mengatakan sebagian besar jemaah asal Kota Bengawan saat ini telah kembali ke Indonesia dan tiba di rumah masing-masing. Meski demikian, beberapa di antaranya sempat mengalami keterlambatan penerbangan akibat penyesuaian rute perjalanan.
Ia mengimbau para jemaah yang masih mengalami kendala kepulangan untuk tetap tenang serta aktif berkomunikasi dengan pemerintah daerah maupun pihak terkait.
“Kami berharap warga Solo yang mengalami kendala selama di sana bisa segera berkomunikasi dengan Pemkot maupun Kementerian Haji dan Umrah. Kami akan terus mengawal sampai mereka bisa kembali ke tanah air dengan baik,” ujar Respati usai bertemu perwakilan Kementerian Haji dan Umrah serta Perhimpunan Pengusaha Biro Ibadah Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Rabu (4/3/2026).
Respati menambahkan, gangguan penerbangan yang terjadi sebagian besar dipicu perubahan jalur penerbangan guna menghindari wilayah yang sedang mengalami konflik. Karena itu, ia meminta para jemaah untuk bersabar sambil menunggu solusi terbaik dari maskapai dan penyelenggara perjalanan.
Selain itu, Respati juga mempersilakan masyarakat yang telah memiliki jadwal keberangkatan umrah untuk tetap melaksanakan ibadah. Namun ia menyarankan agar menggunakan maskapai dengan penerbangan langsung menuju tujuan.
Beberapa maskapai yang menyediakan penerbangan langsung dinilai lebih aman karena tidak perlu transit di wilayah yang berpotensi terdampak konflik.
Di sisi lain, Respati juga meminta biro perjalanan haji dan umrah untuk aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta Kementerian Haji dan Umrah. Pendataan jemaah yang akurat dinilai penting agar seluruh peserta perjalanan dapat terpantau dengan baik.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Pengusaha Biro Ibadah Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Her Suprabu, menyampaikan bahwa sebelumnya terdapat sekitar 120 jemaah umrah asal Solo yang sempat tertahan akibat perubahan jadwal penerbangan.
Namun selama menunggu kepulangan, para jemaah tetap mendapatkan fasilitas dari maskapai, termasuk akomodasi hotel serta konsumsi.
“Jumlah yang sempat tertunda sekitar 120 orang. Selama menunggu, mereka difasilitasi oleh maskapai seperti penginapan dan makan tiga kali sehari,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini keberangkatan umrah dari Indonesia masih berjalan normal. Hanya saja beberapa maskapai menghindari rute transit di wilayah yang terdampak konflik sehingga perlu dilakukan penyesuaian jadwal atau penggantian pesawat. (jn02)
