Ribuan Peserta Nafar Ramadan MTA Dilepas, Respati Ingin Program Serupa Hadir di Sekolah

0
image

Ribuan Peserta Nafar Ramadan MTA Dilepas, Respati Ingin Program Serupa Hadir di Sekolah (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – Wali Kota Surakarta Respati Ardi melepas ribuan peserta program Nafar Ramadan Periode III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA), Rabu (4/3/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan dakwah sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan selama bulan suci Ramadan. Para peserta nantinya akan diberangkatkan ke berbagai cabang MTA di sejumlah daerah di Indonesia untuk menyebarkan ilmu agama sekaligus membantu masyarakat sekitar.

Respati memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program Nafar Ramadan tidak hanya memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga mempererat persaudaraan antarumat Muslim serta menumbuhkan kepedulian sosial.

Menurutnya, konsep kegiatan tersebut sangat positif dan berpotensi diterapkan di lingkungan pendidikan.

“Saya membayangkan jika sekolah-sekolah memiliki program seperti ini. Selain memakmurkan masjid, kegiatan seperti ini juga dapat membentuk karakter pelajar dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap kewajiban beragama,” ujar Respati.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap MTA yang lahir dan berkembang di Kota Solo. Organisasi tersebut dinilai berperan dalam membina spiritual generasi muda sekaligus memberikan kontribusi terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Respati menambahkan, Pemerintah Kota Solo terus mendorong penguatan fungsi masjid agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu upaya yang tengah dikembangkan adalah program Masjid Beri Solusi (MBS). Melalui program ini, masjid diharapkan mampu menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai layanan, mulai dari informasi pekerjaan, pelatihan keterampilan, hingga akses layanan kesehatan dan pendidikan.

“Masjid harus memiliki nilai lebih bagi masyarakat. Misalnya ketika warga memiliki persoalan pekerjaan, mereka bisa mendapatkan informasi pelatihan kerja seperti program Rumah Siap Kerja melalui masjid,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Solo juga tengah mengembangkan konsep masjid sebagai rumah aman (safe house) bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan, terutama bagi korban kekerasan rumah tangga maupun kekerasan seksual.

Respati berharap keberadaan masjid di tengah masyarakat dapat menjadi tempat yang aman sekaligus memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *