Ricuh Demo Bakar Kantin dan Mobil di Gedung Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Ingatkan Warga Jaga Kondusivitas

0
DEMO-SMG-1536x1024

‎SEMARANG, JATENGNOW.COM – Aksi unjuk rasa di Jawa Tengah kembali memanas. Sejumlah daerah dilaporkan terjadi kericuhan, termasuk Kota Semarang dan Kota Solo. Puncaknya terjadi pada Jumat (29/8/2025) malam, ketika massa aksi di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Semarang, melakukan tindakan anarkis.

Massa merusak fasilitas kantor, melempari batu ke arah gedung, hingga membakar kantin warga serta tiga mobil di area belakang kantor Pemprov Jateng. Belasan kendaraan lain yang terparkir juga ikut mengalami kerusakan akibat lemparan batu. Pos jaga belakang kantor turut dirusak dan dicorat-coret.

Sebelum kericuhan, sejak siang massa sudah menggelar aksi di depan Mapolda Jateng. Mereka kemudian bergerak menuju Jalan Pahlawan hingga Jalan Menteri Supeno. Sekitar pukul 19.30 WIB, sekelompok massa merangsek masuk ke area parkir setelah merobohkan pintu gerbang belakang Pemprov Jateng.

Petugas pemadam berhasil memadamkan api, sementara aparat kepolisian membubarkan massa dengan tembakan gas air mata.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi langsung mendatangi lokasi kejadian. Ia menyesalkan aksi anarkis tersebut dan menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah.

“Kita jaga bersama-sama Jateng yang selama ini sudah baik dan kondusif. Kami menyesalkan aksi anarkis ini, karena kantin yang dibakar adalah usaha milik warga,” tegas Ahmad Luthfi.

Ia juga menginstruksikan jajarannya segera melakukan pembersihan sisa kebakaran agar pelayanan masyarakat tidak terganggu.

“Malam ini kita kerja bakti. Bersihkan semuanya agar besok pelayanan masyarakat tetap berjalan normal,” tambahnya.

Selain itu, Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojol yang menjadi korban rantis Brimob di Pejompongan, Jakarta.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ucapnya.

Ia mengingatkan masyarakat Jawa Tengah agar tidak mudah terprovokasi dengan situasi yang berkembang dan tetap menjaga keamanan daerah.

“Kami mohon masyarakat Jawa Tengah tetap menjaga kondusivitas. Jangan sampai terpengaruh provokasi yang justru merugikan masyarakat sendiri,” tutupnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *