Siswi SMKN 2 Jepara Terpilih Perankan Ratu Kalinyamat di Pesta Baratan 2026
Efel Aprilia Maharani, siswi SMKN 2 Jepara (JatengNOW/Dok)
JEPARA, JATENGNOW.COM – Tradisi budaya Pesta Baratan yang digelar di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara pada 2026 kembali menyedot perhatian masyarakat. Salah satu sorotan utama tertuju pada sosok pemeran Ratu Kalinyamat dalam prosesi teatrikal budaya tahunan tersebut.
Tahun ini, peran tokoh perempuan legendaris Jepara itu dipercayakan kepada Efel Aprilia Maharani, siswi SMKN 2 Jepara. Remaja kelahiran 28 April 2008 tersebut berasal dari Desa Tempur, Kecamatan Keling, wilayah lereng Gunung Muria.
Efel terpilih setelah melalui proses seleksi ketat yang dilakukan oleh panitia Pesta Baratan 2026. Pemilihannya dinilai mencerminkan potensi seni generasi muda Jepara, khususnya dari daerah pinggiran, yang mampu tampil di panggung budaya tingkat kabupaten.
Ketertarikan Efel pada dunia seni telah tumbuh sejak usia dini. Ia mulai mengenal seni tari sejak duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar, berawal dari keterlibatannya dalam pentas Sedekah Bumi di desa asalnya. Sejak saat itu, kemampuan seni peran dan geraknya terus berkembang hingga sering tampil dalam berbagai acara seni, baik di tingkat lokal Jepara maupun Jawa Tengah.
“Menjadi Ratu Kalinyamat adalah tanggung jawab besar. Tokoh ini bukan sekadar simbol sejarah, tetapi juga lambang keberanian dan keteguhan perempuan Jepara,” ujar Efel.
Pesta Baratan sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat Kalinyamatan yang digelar setiap malam Nisfu Sya’ban (15 Ruwah). Tradisi ini menjadi sarana spiritual dan budaya bagi masyarakat dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan, sekaligus memperkuat identitas sejarah Jepara sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya.
Ketua panitia Pesta Baratan 2026 menyampaikan bahwa pemilihan pemeran Ratu Kalinyamat dilakukan secara objektif, dengan mempertimbangkan kemampuan artistik, penguasaan karakter, serta pemahaman nilai-nilai sejarah.
“Kami ingin sosok Ratu Kalinyamat yang ditampilkan benar-benar mencerminkan karakter anggun, tegas, dan berwibawa, sehingga pesan sejarahnya dapat tersampaikan kepada masyarakat,” jelasnya. (jn02)
