Tak Gantikan Ojol, Bajaj Maxride Ingin Lengkapi Ekosistem Transportasi Kota Solo

0
image

Bajaj Maxride di Solo (JatnegNOW | Kliksolonews.com/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – Bajaj Maxride menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang inklusif dan beragam bagi masyarakat Kota Solo. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memperkaya pilihan moda transportasi perkotaan yang saling melengkapi, bukan saling meniadakan.

Bajaj Maxride yang dikelola oleh Max Auto menilai kebutuhan mobilitas warga Solo terus berkembang. Oleh karena itu, perusahaan menghadirkan alternatif transportasi roda dua dan roda tiga yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan layanan ojek online (ojol) konvensional.

Manajemen Max Auto menegaskan bahwa segmen layanan Bajaj Maxride tidak beririsan langsung dengan ojol. Kendaraan bajaj memiliki fungsi, kapasitas, dan fleksibilitas tersendiri, sehingga dapat melayani kebutuhan tertentu yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh moda transportasi lain.

Tak hanya sebagai angkutan penumpang, bajaj juga dinilai memiliki potensi besar sebagai kendaraan operasional dan niaga. Berdasarkan pengalaman operasional di Yogyakarta, kendaraan bajaj telah dimanfaatkan oleh hotel, kawasan wisata, hingga area komersial sebagai shuttle tamu, transportasi internal kawasan, maupun angkutan barang.

Model pemanfaatan serupa dinilai relevan diterapkan di Kota Solo yang memiliki banyak destinasi wisata, kawasan budaya, serta pusat aktivitas masyarakat.

General Manager Bajaj Maxride, Antonio Gratiano, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk tetap melayani masyarakat Solo. Dukungan warga yang kuat di berbagai platform media sosial menjadi salah satu alasan Bajaj Maxride mempertahankan operasionalnya di kota tersebut.

“Kami melihat sentimen positif yang sangat besar dari masyarakat Solo. Banyak warga berharap layanan Bajaj Maxride tetap hadir dan melayani mereka,” ujar Antonio.

Sebagai platform transportasi, Bajaj Maxride juga menegaskan diri sebagai layanan yang terbuka dan kolaboratif. Perusahaan membuka kesempatan bagi pengemudi ojek online untuk bergabung sebagai mitra driver Bajaj Maxride.

Langkah ini diambil untuk menunjukkan bahwa Bajaj Maxride bukan moda transportasi yang eksklusif, melainkan inklusif dan siap bekerja sama dengan komunitas transportasi lain.

Regional Manager Central Java Bajaj Maxride, Bayu Subollah, menambahkan bahwa pihaknya juga aktif menjalin komunikasi dengan komunitas ojol di Kota Solo demi menjaga ketertiban dan keamanan operasional.

“Kami selalu membuka koordinasi dengan komunitas ojol di Solo dan berencana mengadakan kopi darat bersama untuk memperkuat komunikasi,” jelas Bayu.

Dari sisi kesejahteraan mitra, Max Auto mencatat potensi penghasilan pengemudi bajaj di Kota Solo cukup menjanjikan. Berdasarkan data internal periode 1–30 Desember 2025, sejumlah driver mencatat pendapatan yang kompetitif dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan kolaboratif, pemanfaatan kendaraan multifungsi, serta komitmen terhadap inklusivitas, Bajaj Maxride optimistis dapat menjadi bagian dari solusi transportasi perkotaan yang saling menguatkan dan berkelanjutan di Kota Solo. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *