Tak Hanya Kota Ukir, Jepara Punya Tenun Troso yang Mendunia
JEPARA, JATENGNOW.COM – Selain dikenal luas sebagai Kota Ukir, Jepara juga memiliki kekayaan budaya lain yang tak kalah membanggakan, yakni Tenun Ikat Troso. Dari sebuah desa kecil bernama Troso, tradisi menenun terus hidup dan berkembang, menjadi sumber penghidupan sekaligus identitas budaya masyarakat setempat.
Di sepanjang jalan desa hingga beranda rumah para perajin, suara alat tenun bukan mesin (ATBM) terdengar tanpa henti. Denting ritmis itu seakan menjadi lagu lama yang terus mengalun, menandai keberlanjutan tradisi turun-temurun.
Troso bukan sekadar lokasi produksi kain. Desa ini merupakan ruang kreatif tempat ribuan tangan terampil menghasilkan Tenun Ikat Troso, salah satu produk tekstil khas Jawa Tengah yang telah dikenal luas.
Saat ini, lebih dari 5.000 penenun aktif bekerja dengan dukungan sekitar 3.000 ATBM. Produksi kain tenun dari desa ini mampu mencapai ribuan lembar setiap pekan, dengan nilai distribusi yang signifikan ke berbagai daerah.
“Ke Bali saja, tiap minggu bisa sampai lima ratus juta rupiah,” ujar Sekretaris Desa Troso sekaligus Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Troso, H. Abdul Jamal, Sabtu (14/2/2026).
Setiap lembar Tenun Troso melewati proses panjang dan teliti, mulai dari pemintalan benang, perancangan motif, pewarnaan, penjemuran, hingga akhirnya ditenun menggunakan alat manual.
Motif khas Tenun Troso lahir dari pengamatan terhadap lingkungan desa. Empat dukuh—Kedawung, Ampel, Belik, dan Sicengkir—menjadi sumber inspirasi utama.
“Jadi motif asli desa itu tidak ada peninggalan wong, memang polos. Tapi tim mempelajari wilayah desa,” jelas Jamal.
Dari proses tersebut lahirlah beragam motif seperti bambu, sawah dan masjid tua, aliran sungai dan teratai, hingga batu-batu alam. Setiap corak merekam bentang alam serta ikon lokal, sehingga identitas kedaerahan tetap kuat.
Tonggak penting dicapai ketika Tenun Troso memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG). Dengan perlindungan ini, nama “Tenun Troso Jepara” tidak bisa digunakan sembarangan oleh daerah lain.
Perlindungan IG juga memastikan setiap produk yang mengusung nama Troso memenuhi standar ketat, mulai dari motif, alat produksi, proses pewarnaan, hingga kualitas akhir.
Kini, Troso bukan lagi sekadar nama desa. Ia telah menjelma menjadi brand kuat yang menembus pasar nasional hingga internasional. Festival tenun tahunan, rekor MURI, ekspor ke mancanegara, hingga pesanan khusus untuk interior rumah bangsawan dunia menjadi bukti bahwa Tenun Troso terus menenun prestasi tanpa batas. (jn02)
