Temuan Mortir Gegerkan Warga Purwodadi Grobogan
Temuan Mortir Gegerkan Warga Purwodadi Grobogan (JatengNOW/Dok)
GROBOGAN, JATENGNOW.COM – Aparat gabungan TNI dan Polri mengevakuasi amunisi jenis mortir 81 Tamera yang ditemukan warga di Lingkungan Gempol Payung RT 06 RW 22, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 10.15 WIB.
Dilansir dari Kliksolonews.com jejaring JatengNOW, Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto W membenarkan adanya temuan tersebut dan memastikan proses pengamanan serta evakuasi berjalan aman dan sesuai prosedur.
“Benar, telah ditemukan amunisi jenis mortir 81 Tamera di wilayah Gempol Payung Purwodadi. Seluruh tahapan evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dan situasi dapat dikendalikan dengan baik,” ujar AKBP Ike Yulianto.
Mortir tersebut pertama kali ditemukan oleh Darmo, seorang penyewa lahan sawah yang sedang menggarap area pertanian. Menyadari benda tersebut mencurigakan, Darmo kemudian melaporkan temuannya kepada Sabar, pemilik lahan setempat.
Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada warga lainnya sebelum akhirnya dilaporkan ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Purwodadi, yakni Bripka Fery Choirul Anwar. Laporan tersebut kemudian diteruskan secara berjenjang kepada pimpinan TNI dan Polri.
Sebagai langkah awal pengamanan, petugas gabungan langsung memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi penemuan. Warga juga diminta menjauh dari area tersebut guna menghindari potensi bahaya.
Proses evakuasi melibatkan Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto, Tim Harpal Kodam IV/Diponegoro yang dipimpin Kapten Cpl Wasiyo, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
Mortir 81 Tamera tersebut selanjutnya diamankan dan dibawa ke Denpal Kodam IV/Diponegoro untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur keamanan.
Kapolres Grobogan mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada aparat apabila menemukan benda mencurigakan atau berpotensi membahayakan.
“Kami mengingatkan warga agar tidak mengambil tindakan sendiri, seperti memindahkan atau menyentuh benda berbahaya tanpa koordinasi dengan petugas,” tegasnya.
Selain itu, Bhabinkamtibmas juga menyosialisasikan layanan Call Center 110 sebagai sarana cepat bagi masyarakat untuk melaporkan kejadian darurat. Saat ini, situasi di sekitar lokasi penemuan dinyatakan aman dan aktivitas warga telah kembali normal. (jn02)
