Tren Barbershop: Dari Potong Rambut hingga Ekosistem Bisnis Baru

0

Banyak anak muda yang mengikuti pelatihan skill dan workshop untuk meningkatkan value dan pendapatan mereka.

barber3

Barberclub Festival Vol 2 di Asia Hotel Solo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Selasa, ajang unjuk kebolehan seorang barber memotong rambut. (jatengNOW/adhirajasa)

SOLO, JATENGNOW.COM – Prospek bisnis barbershop atau potong rambut masih terbuka luas untuk dikembangkan. Bisnis yang diklaim tak ada matinya ini, akan selalu menyesuaikan perkembangan zaman dan keinginan masyarakat.

Founder Picasso Barbershop, Johanes Andit mengatakan, bisnis barbershop mampu menumbuhkan ekosistem bisnis baru. Tak hanya sekadar potong rambut semata, melainkan berbagai produk yang berkaitan dengan rambut.

  • BACA JUGA: Waspada! Hujan Deras Bisa Berujung Kecelakaan, Simak Tips Aman Berkendara ala Polda Jateng

“Pekerjaan ini luar biasa ya. Prospek ke depannya juga sangat bagus, karena selain menjual jasa (potong rambut-red) juga berimbas pada produk-produk yang berkaitan dengan itu,” terang Andit saat ditemui di event Barberclub Festival Vol 2 di Asia Hotel Solo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Selasa (5/3/2024) sore.

Disinggung mengenai tren barbershop saat ini, Andit mengaku, mengalami peningkatan cukup pesat. Apalagi, pascapandemi dua tahun lalu. Banyak anak muda yang mengikuti pelatihan skill dan workshop untuk meningkatkan value dan pendapatan mereka.

“Sangat luar biasa impactnya. Apalagi di Kota Solo ini, sangat kompak. Kami bergandengan bersama untuk sharing skill demi kemajuan bersama,” ungkapnya.

Salah seorang peserta asal Semarang, Pramantya mengaku, tren keinginan masyarakat untuk memotong rambut saat ini sangat dinamis. Jika dulu masyarakat mengandalkan poster dengan model rambut yang sudah ditetapkan, saat ini permintaan konsumen bersifat random.

“Jadi, memang skill kita diuji di sini. Costumer mintanya itu random, tiba-tiba pengen seperti si A, atau bawa contoh sendiri dari rumah. Jadi, gak bisa ditetapkan,” ungkap owner Waniklimis Barbershop itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Owner Realife Barbershop Jogja, Bagus. Menurutnya, di Kota Jogja harus mampu memenuhi keinginan costumer yang rata-rata mahasiswa.

“Biasanya, para mahasiswa ini gak pengen pusing. Datang ke barbershop, potong rambut, beli-beli produk, ya seperti itu. Jadi, ke lokasi sudah komplit,” katanya.

Dalam even Barberclub Festival Vol 2, ratusan peserta mengikuti kegiatan tersebut. Tak hanya dari sekitar Jawa Tengah semata, melainkan ada beberapa di antara mereka yang jauh-jauh datang dari Kalimantan untuk mengikuti acara tersebut.

Kegiatan yang mengusung tema “Workshop & Barber Battle” ini diisi dengan business & development barber, invesment barber hingga kiat memotong rambut yang baik dan benar.

Diharapkan, event ini mampu meningkatkan skill dan kemampuan bagi para pelaku barbershop dalam memberikan pelayanan maksimal kepada costumer. (JN01)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *