Akhir Tahun 2025, Polres Sukoharjo Catat Kenaikan Kriminalitas dan Ungkap Kasus Besar

0
20251231_104840

SUKOHARJO, JATENGNOW.COM – Polres Sukoharjo memaparkan evaluasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang 2025 melalui kegiatan press release akhir tahun yang digelar di Mapolres Sukoharjo, Rabu (31/12/2025).

Paparan kinerja tersebut dipimpin langsung Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, didampingi Wakapolres Kompol Pariastutik serta jajaran pejabat utama. Kegiatan ini turut dihadiri wartawan media cetak dan elektronik sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.

Kapolres menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan atas sinergi yang terjalin selama 2025 sehingga situasi kamtibmas di Kabupaten Sukoharjo tetap terjaga kondusif.

“Stabilitas keamanan yang terjaga merupakan hasil kerja bersama. Kami berterima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujar AKBP Anggaito.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat pelayanan maupun perilaku anggota Polri yang belum sesuai harapan masyarakat, seraya menegaskan komitmen peningkatan kualitas pelayanan pada 2026.

Berdasarkan data yang dipaparkan, tren kriminalitas di wilayah hukum Polres Sukoharjo pada 2025 mengalami kenaikan sebesar 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya, dari 1.745 kasus menjadi 1.964 kasus. Meski demikian, tingkat penyelesaian perkara juga meningkat 1,63 persen, dari 1.658 kasus pada 2024 menjadi 1.685 kasus pada 2025.

Di bidang ideologi, Polres Sukoharjo mencatat keberadaan 60 mantan narapidana terorisme yang berdomisili di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, 18 orang masuk kategori merah dan 42 kategori hijau, yang terus dilakukan pemantauan dan pendekatan preventif.

Pada aspek politik, Polres Sukoharjo mulai mempersiapkan pengamanan jelang pelaksanaan Pilkades serentak 2026 yang direncanakan berlangsung di 126 desa. Sementara di bidang ekonomi, kondisi ketersediaan bahan pokok dinilai stabil dengan beroperasinya 55 SPPG tanpa ditemukan kelangkaan kebutuhan penting.

Kapolres juga menyoroti sejumlah potensi gangguan sosial budaya, seperti persoalan eks karyawan PT Sritex dan konflik antarperguruan pencak silat, yang memerlukan langkah antisipasi berkelanjutan.

Sejumlah kasus menonjol turut diungkap sepanjang 2025, di antaranya tindak pidana korupsi dengan modus kredit fiktif oleh oknum mantri bank BUMN, tawuran antar kelompok, serta pengungkapan peredaran narkotika dengan barang bukti lebih dari satu kilogram sabu dan ribuan butir pil ekstasi.

Di sektor lalu lintas, jumlah kecelakaan mengalami kenaikan sekitar 15 persen menjadi 1.740 kasus, dengan total kerugian material mencapai Rp1,42 miliar. Penindakan pelanggaran lalu lintas juga meningkat, dengan total denda mencapai Rp303,62 juta.

Sebagai bentuk apresiasi dan penegakan disiplin, Polres Sukoharjo memberikan penghargaan kepada 39 personel berprestasi dan 12 warga masyarakat yang aktif membantu tugas kepolisian. Di sisi lain, sanksi disiplin dijatuhkan kepada empat anggota Polri.

Sepanjang 2025, Polres Sukoharjo juga terlibat aktif dalam pengamanan berbagai agenda besar masyarakat, mulai dari May Day, mudik Lebaran, Natal dan Tahun Baru, hingga aksi unjuk rasa, yang seluruhnya berlangsung aman dan terkendali.

“Ke depan, kami berkomitmen terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas AKBP Anggaito. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *