Inilah Kronologi Kebakaran Pabrik Busa PT Cengqi Jepara, Dua Karyawan Kritis
JEPARA, JATENGNOW.COM – Kebakaran hebat menghanguskan hampir seluruh area pabrik busa milik PT Cengqi Industrial Indonesia yang berlokasi di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Sabtu (17/1/2026). Insiden ini menyebabkan dua karyawan mengalami luka bakar serius dan kini dalam kondisi kritis.
Berdasarkan data yang dihimpun, laporan awal kebakaran diterima petugas Satpol PP dan Damkar Jepara pada pukul 10.38 WIB. Saat itu, cuaca ekstrem disertai hujan dan petir melanda kawasan tersebut.
Kepala Satpol PP dan Damkar Jepara, Edy Marwoto, menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu sambaran petir yang mengenai instalasi listrik di area pabrik. Sambaran tersebut menyebabkan korsleting pada mesin produksi.
“Terjadi korsleting listrik, lalu muncul api di mesin produksi,” ujar Edy saat ditemui di lokasi kejadian.
Api dengan cepat membesar setelah merembet ke produk busa jadi, biji plastik, serta material lain yang mudah terbakar. Banyaknya bahan baku yang bersifat inflamabel membuat kobaran api sulit dikendalikan dan cepat menjalar ke seluruh area produksi.

Edy menyebut, luas area pabrik yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 16 ribu meter persegi atau setara 1,6 hektare. Saat kejadian, sejumlah karyawan masih berada di dalam area produksi.
Akibat peristiwa tersebut, dua karyawan mengalami luka bakar berat. Korban berinisial R (25), warga Desa Ngroto, Kecamatan Mayong, mengalami luka bakar sekitar 80 persen di bagian punggung. Sementara DS (33), warga Desa Singorojo, Kecamatan Mayong, mengalami luka bakar hingga 85 persen.
“Keduanya saat ini menjalani perawatan intensif di RS PKU Muhammadiyah Mayong,” jelas Edy.
Proses pemadaman berlangsung cukup sulit. Petugas pemadam kebakaran bahkan menggunakan busa cair yang dicampur deterjen untuk membantu memadamkan api yang membakar busa kering dan plastik.
Selain itu, petugas juga dihadapkan pada risiko lain berupa keberadaan stok gas elpiji dalam jumlah besar di dalam area pabrik.
“Di dalam pabrik terdapat banyak elpiji, termasuk satu tangki berisi sekitar 3.000 kilogram. Tangki tersebut terus kami lakukan pendinginan agar tidak ikut terbakar atau meledak,” imbuhnya.
Hingga Sabtu sore, petugas masih melakukan proses pendinginan di sejumlah bangunan dan titik api guna mencegah kebakaran kembali menyala. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materi masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. (jn02)
