Bhabinkamtibmas Polresta Surakarta Jadi Garda Terdepan Pelacakan TB Paru di Wilayah Binaan

0
image

Bhabinkamtibmas Polresta Surakarta Jadi Garda Terdepan Pelacakan TB Paru di Wilayah Binaan (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – Polresta Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TB) Paru. Salah satunya melalui peran aktif para Bhabinkamtibmas yang kini turut menjadi tracer TB di wilayah binaan masing-masing.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pajang Polsek Laweyan Polresta Surakarta, Aiptu Slamet Widodo, SH bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Laweyan dan kader tracer Kelurahan Pajang aktif melakukan pelacakan (tracing) terhadap warga yang terindikasi maupun telah terkonfirmasi menderita TB Paru.

Kegiatan tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit menular tersebut di lingkungan masyarakat sekaligus mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis.

Aiptu Slamet Widodo mengatakan, peran Bhabinkamtibmas sebagai tracer merupakan bentuk nyata keterlibatan Polri dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui deteksi dini dan pelacakan kontak erat pasien TB.

“Sebagai tracer, tugas kami adalah melacak orang-orang yang memiliki kontak erat dengan warga yang telah dinyatakan positif TB Paru. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penularan lebih lanjut sekaligus memastikan masyarakat yang berisiko dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis,” ujar Aiptu Slamet.

Ia menjelaskan, apabila ditemukan warga dengan gejala batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu, tim tracer akan melakukan pemeriksaan awal menggunakan KIT pelacakan yang telah disediakan.

“Warga yang memiliki gejala akan dilakukan pengambilan sampel dahak menggunakan alat KIT. Selanjutnya sampel tersebut dikirim ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium sehingga dapat diketahui apakah yang bersangkutan terpapar TB atau tidak,” jelasnya.

Selain melakukan pelacakan, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar tidak takut memeriksakan diri serta bersedia menjalani pengobatan hingga tuntas apabila dinyatakan positif TB.

“Masih ada sebagian masyarakat yang merasa takut atau malu untuk memeriksakan diri. Karena itu kami terus memberikan pemahaman bahwa TB dapat disembuhkan apabila pengobatannya dilakukan secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kasat Binmas Polresta Surakarta AKP Broto Tri Yulianto, SH menegaskan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas sebagai tracer TB merupakan bentuk sinergi antara Polri dan instansi kesehatan dalam mendukung program eliminasi TB.

“Bhabinkamtibmas memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga sangat efektif dalam membantu proses tracing, edukasi, maupun pendampingan warga yang terindikasi TB. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat,” ungkap AKP Broto.

Menurutnya, para Bhabinkamtibmas juga telah dibekali pelatihan komunikasi publik, Buku Saku Pedoman Tracer TB, serta KIT pelacakan untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kami berharap melalui peran aktif Bhabinkamtibmas sebagai tracer, masyarakat semakin sadar pentingnya deteksi dini, pemeriksaan kesehatan, dan kepatuhan menjalani pengobatan TB hingga tuntas sehingga angka penyebaran TB di Kota Surakarta dapat ditekan,” tegasnya.

Kegiatan tracing yang dilakukan Bhabinkamtibmas selalu berkolaborasi dengan tenaga kesehatan Puskesmas dan kader kesehatan setempat agar pelaksanaan pelacakan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Kehadiran Bhabinkamtibmas sebagai tracer juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang warga yang menjalani proses tracing mengaku merasa terbantu dengan adanya pendampingan dari petugas kesehatan dan Bhabinkamtibmas.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bhabinkamtibmas, petugas Puskesmas dan kader kesehatan yang telah memberikan perhatian serta membantu pemeriksaan kesehatan kami. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat menjadi lebih peduli terhadap pencegahan TB,” ujarnya.

Melalui keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas sebagai tracer TB, Polresta Surakarta berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengobatan TB semakin meningkat sehingga upaya menekan angka penyebaran Tuberkulosis di Kota Surakarta dapat berjalan lebih optimal. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *