Respati Ardi Beri Peringatan Keras OPD: Jangan Main-main dengan Anggaran
Respati Ardi Beri Peringatan Keras OPD: Jangan Main-main dengan Anggaran (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Wali Kota Surakarta Respati Ardi memberikan peringatan keras kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak melakukan penyalahgunaan anggaran pada pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026.
Peringatan tersebut disampaikan Respati saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (RAKORPOK) yang digelar di Bale Tawangarum, Balai Kota Solo, Rabu (28/1/2026).
Rakor tersebut menjadi forum evaluasi atas capaian kinerja APBD 2025 sekaligus penguatan pelaksanaan program dan kegiatan tahun anggaran 2026. Kegiatan turut dihadiri Inspektur Kota Surakarta Arif Darmawan, Plt Kepala BKPSDM Tulus Widajat, serta Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtoni.
Respati mengakui bahwa pada tahun 2025 masih ditemukan berbagai persoalan dalam pengelolaan anggaran, mulai dari kinerja yang belum optimal hingga penggunaan anggaran yang dinilai belum tepat sasaran.
“Evaluasi kita menunjukkan bahwa di tahun 2025 masih banyak kinerja yang belum maksimal dan kesalahan yang berulang. Tahun 2026 ini menjadi momentum awal bagi saya untuk menekankan pentingnya integritas dan soliditas OPD dalam memaksimalkan pelayanan,” ujar Respati.
Ia menegaskan tidak ingin kesalahan serupa kembali terulang pada tahun anggaran 2026. Menurutnya, anggaran daerah harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Ini adalah peringatan terakhir. Kalau masih ditemukan kesalahan yang sama, terutama penyalahgunaan anggaran untuk rakyat, akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Selain itu, Respati meminta seluruh perangkat daerah segera melakukan percepatan program dan kegiatan dengan perencanaan yang matang serta pelaksanaan yang terukur. Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi antar-OPD, monitoring anggaran secara berkala, hingga evaluasi berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan agar setiap program yang dijalankan memiliki dampak langsung dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Saya tekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan semangat melayani. Birokrasi Kota Surakarta harus bergerak menjadi birokrasi yang responsif, adaptif, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (jn02)
